Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Ali bin Abi Thalib . Hakim yang paling utama dari kalangan para sahabat berkat doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dialah orang yang pertama kali memisahkan para saksi saat penyelidikan. Ia tidak membatalkan keputusan hakim sebelumnya. Ka’ab bin Sur bin Bakar bin Ubaid bin Tsa’labah, seorang tabi’in yang agung, hakim
Ibnu Abbas berkata, “Firman Allah, “Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara
PERLUASAN DAN PEMUGARAN OLEH RAJA­ RAJA SAUDI YANG PERTAMA Pemerintah Saudi sejak berdirinya negara tersebut, menampakkan perhatian dan pengawasan yang tinggi terhadap pengelolaan dua masjid haram yang mulia. Bukti yang paling kuat terhadap hal ini adalah perluasan yang dilakukan pada masa raja-raja Saudi, baik untuk haram Mekkah maupun masjid Nabawi.
PERLUASAN OLEH RAJA-RAJA SAUDI YANG KEDUA (1405 H/1984 M – 1414 H/ 1994 M) Yaitu perluasan oleh pelayan dua kota suci, raja Fahd bin Abdul Aziz hafidzahullah. Perluasan ini adalah perluasaan masjid Nabawi yang terbesar sepanjang sejarah. Cukup menjadi bukti tentang luasnya perluasan ini, bahwa jumlah orang yang shalat setelah
Urutan Nasab Dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Ibnu Khazimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Ma’ad bin Adnan
Pada tahun 64 H, Yazid bin Muawiyah memilih putrnya, Muawiyah II, untuk menjadi khalifah. Akan tetapi Muawiyah II adalah orang saleh yang tidak cakap dalam kepemimpinan. Ia lambat dalam menjalankan roda kekhilfahan dan ia meninggal dunia tiga bulan setelah menjadi khalifah. Sebagian besar pejabat di Syam kemudian sepakat membaiat Abdullah
IA ADALAH Marwan bin Al-Hakam bin Abul Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf Al-Qurasyi Al-Umawi. Panggilannya adalah Abu Abdul Malik atau Abul Hakam atau Abul Qasim. Menurut banyak sejarawan, ia tergolong sahabat, karena dilahirkan empat bulan setelah kelahiran Abdullah bin Az Zubair. Telah kita ketahui bersama bahwa
Ia adalah Yazid bin Abdul Malik bin Marwan bin Al-Hakam, Abu Khalid Al Qurasyi Al-Umawi. Amirul Mukminin. Ibunya bernama Atikah binti Yazid bin Muawiyah. Dibaiat sebagai khalifah setelah Umar bin Abdul Aziz pada bulan Rajab tahun 101 H.[511] Yazid II ini dilahirkan di Damaskus tahun 71 atau 72 H. Sebelum
Ia adalah Al-Walid bin Yazid bin Abdul Malik bin Marwan. Ibunya bernama Ummu Al-Hajjaj binti Muhammad bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Al-Walid II ini dilahirkan di Damaskus pada tahun 90 H. Ada pula yang berpendapat 92 H. Ketika ayah Al-Walid II, yakni Yazid bin Abdul Malik (Yazid II), mengangkat Hisyam bin Abdul
Ketika Umar bin Abdul Aziz menduduki jabatan khalifah, ia mengembalikan harta dan tanah yang diambil secara zhalim oleh penguasa sebelumnya. Sebelum itu, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik memberikan uang 20.000 dinar kepada Anbasah bin Said bin Al-Ash. Ia mengunjungi setiap kantor sampai di kantor khatam. Semua yang tersimpan di sana
Abul Qasim bin Asakir Rahimahullah dalam kitab Tarikh lbnu Asakir (XVIII/189) berkata, “Abul Qasim bin As-Samarqandi meriwayatkan kepada kami Abu Bakar Ath-Thabari, dari Abul Husain bin Al-Fadhl, dari Abdullah bin Ja’far, dari Ya’qub, dari Ahmad bin Mani’, dari Abu Qathan, dari Abu Khuldat, dari Abul Aliyah, Ia bercerita, ‘Selama bulan
Sebuah masjid megah di Islamabad, ibu kota Pakistan awalnya bernama Masjid Jamia. Ide masjid yang memadukan arsitektur Asia Selatan, Arab, dan Turki ini berasal dari Raja Faisal, raja Kerajaan Arab Saudi, ketika ia berkunjung ke Pakistan pada tahun 1966. Saat itu, Raja Faisal tertarik oleh panorama indah Bukit Margalla, Islamabad. Ia