Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Hisyam bin Abdul Malik datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah masuk Makkah dia berkata, “Datangkan kehadapanku se­orang shahabat Nabi.” Dikatakan kepadanya, “Wahai Amirul Mukminin, me­reka telah tiada.” Dia berkata, “(Jika demikian), seorang dari tabi’in.” Maka dihadirkanlah Thawus AI-Yamani seorang ulama yang mulia -semoga Allah merahmatinya-. Tatkala dia menemui
Datang riwayat yang mengatakan bahwa Abu Ja’far Al-Manshur memanggil Thawus -seorang ulama di zamannya- dan bersamanya ada Malik bin Anas -semoga Allah merahmati keduanya-. Setelah keduanya di hadapan Al-Manshur, Al-Manshur menundukkan wajahnya sesaat, kemudian menoleh ke arah Thawus dan berkata kepadanya, “Wahai Thawus kabarkanlah kepada­ku sesuatu dari bapakmu (Ibnu Kaisan
Muhammad bin Yunus bin Musa berkata, aku mendengar Zuhair bin Nu’aim al-Bani rahimahullah di tanya seseorang: “Wahai Abu Abdurrahman, apakah kamu ingin menasihatkan sesuatu?” Beliau menjawab, “Ya, waspadalah bila Allah mengambil nyawamu sedang kamu berada di atas kelalaian.” [Shifatush Shafwah IV/9]
Abu Bakr al-Jauzi berkata, aku mendengar Sahl bin Abdullah rahimahullah berkata: “Tidak semua orang yang melakukan ketaatan dapat menjadi kekasih Allah, tetapi yang menjadi kekasih Allah adalah orang yang menjauh apa yang dilarang oleh-Nya. Tidak ada orang yang menjauhi dosa kecuali orang yang shiddiq (benar keimanannya). Sedangkan amalan kebaikan, ia
Sejarah bukan hanya rekaman peristiwa pada masa tertentu yang tanpa makna. Jika ada orang berpandangan bahwa sejarah hanyalah peristiwa masa silam yang tidak perlu diingat-ingat, maka ini tentu sangat disayangkan, karena jelas bertentangan dengan al-Qur’an dan Hadits yang mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk mengambil pelajaran dari peristiwa yang telah lewat.
Dari Al-A’masy, dari Syahar bin Hausyab, dari Al-Harits bin Umairah diriwayatkan bahwa ia berkata: “Aku pernah duduk disamping Muadz, ketika beliau sedang tidak sadar. Beliau pingsan, kemudian sadar, terbangun dan berkata:”Aku tercekik karena kehendak-Mu. Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku benar-benar mencintai-Mu.” (Siyaaru A’laamin Nubalaa’ I:460)  Dari Asy-Sya’bi diriwayatkan bahwa ia berkata:
Dari Hammad bin Salamah diriwayatkan bahwa ia berkata: “Ali bin Zaid telah menceritakan kepada kami, dari Ibnul Musayyab bahwa ia berkata: “ketika Shuhaib pergi berhijrah. Ternyata ia diikuti oleh sekelompok orang. Maka beliau langsung turun dari kendaraannya dan menyiapkan anak panahnya seraya berkata: “Kamu sekalian pasti tahu bahwa aku adalah
Dari Ibnu Abi Uwais, dari ayahandanya, dari Al-Walid bin Dawud bin Muhammad bin Ubadah bin Ash-Shamit, dari saudara sepupunya Ubadah bin Al-Walid diriwayatkan bahwa ia berkata: “Ubadah bin Ash-Shamit pernah bersama Muawaiyyah. Setelah berkumandang adzan Jum’at, khatibpun naik mimbar sambil memuji dan menyanjung Muawiyyah. Maka Ubadahpun berdiri dengan membawa tanah
Oleh : Syaikh Mamduh Farhan al-Bukhairi. Kejadian ini terjadi pada masa Al-Walid bin Abdul Malik, saat dihadirkan dimajelisnya seorang laki-laki dari khawarij yang diancam dengan hukuman mati. Al-Walid melihat kepadanya dan menanyainya dengan sekumpulan pertanyaan yang telah dia siapkan untuk membunuhnya, dan dia tidak mungkin selamat darinya. “Apa yang kamu
Menelusuri Jejak atsar dari Ulama Pakistan,Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir Nama dan nasab beliau, Ihsan Ilahi Zhahir bin Zhuhur Ilahi bin Ahmduddin bin Nizhamuddin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang saudara beliau yang bernama Syaikh Fadhl Ilahi menjelaskan bahwa Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir lahir pada tahun 1940  di kota Siyalkut. Yaitu sebuah
Dari al Hasan berkata, Abu Bakar ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu berkata, “Duhai, andai saja aku adalah sebuah pohon yang ditebang kemudian di makan.” [Shifatush Shafwah I/251] Dari Yahya bahwa Abu Bakar ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu berkata dalam khutbahnya, “Dimanakah orang-orang yang wajahnya elok dan kagum dengan keadaan dirinya? Dimanakah para
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuberkata, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu biasa berkata,  Seandainya ada kambing yang matii di tepi sungai Eufrat, sungguh aku takut jika Allah menghisab Umar karena kambing itu.” (Shifatush Shafwah I/285). Dari Abdullah bin Amir radhiyallahu ‘anhuberkata, Aku melihat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengambil jerami