Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Seorang anak berlaku kasar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah ta’ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi segala kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak
Dari Nafi’ pelayan Ibnu Umar berkata, “Apabila Ibnu Umar sangat mengagumi sesuatu dari hartanya, niscaya ia akan mempersembahkannya kepada Allah Ta’ala.” Nafi’ berkata, “Dan hamba sahayanya mengetahui akan hal itu lalu ada salah seorang dari budak-budaknya bersemangat untuk beribadah di masjid, dan ketika Ibnu Umar melihat keadaan dirinya yang bagus
Inilah al-Faruq, Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu! Ketika memilih putri wanita penjual susu sebagai istri bagi anaknya, Ashim, dia tidak mempertimbangkan keturunan ataupun nasab sedikit pun, dan tidak pula harta maupun kedudukan. Melainkan pertimbangannya satu-satunya adalah apa yang diperlihatkan oleh gadis baik itu, berupa iman kepada Allah dan selalu merasa
Para as-Salaf ash-Shalih memahami bahwa ukuran dalam kufu` yang diinginkan adalah agama. Sehingga mereka menahan wanita-wanita mereka dari orang-orang kaya yang mengikuti hawa nafsu, serta mengedepankan orang-orang miskin yang bertakwa daripada mereka, karena keyakinan mereka bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa. Inilah Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah, seorang
Ia adalah seorang anak yatim, Ayahnya meninggal pada saat ia masih berumur 4 tahun dan ibunya meninggal ketika ia masih balita. Di bawah asuhan kakak kandungnya, ia tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan iffa ( menjaga diri dari dosa ) dan sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupannya serta memiliki kemandirian yang
Abu Muhammad bin Al-Arabi mengatakan, “Sesungguhnya Abu Muhammad bin Hazm dilahirkan di Kordova. Sedang kakeknya yang bernama Said dilahirkan di kota Auniah yang saat itu sedang dalam perjalanan pindah menuju Kordova. Di kota ini, kakek Ibnu Hazm itu memegang jabatan menteri yang setelahnya dipegang oleh ayahnya. Ibnu Hazm berada di
Berita tentang khalifah tabi’in Umar bin Abdul Aziz ini penuh dengan perjalanan yang mengesankan. Setiap Anda selesai membaca satu lembar kisah hidupnya, maka hati akan tergerak untuk mengetahui lembar berikutnya. Lembar-lembar yang semakin kaya akan keindahan… makin ke dalam semakin menakjubkan. Telah kami kisahkan tiga peristiwa yang menggambarkan kehidupan khalifah
Penulis terkenal kebangsaan Mesir yang bernama Mustafa Amin, dimana beliau adalah salah satu yang dijebloskan ke dalam penjara di masa pemerintahan Gamal Abdul Naser pada tahun 1965, menceritakan kisahnya saat berada di dalam penjara. Ia berkata, “Di antara bentuk penganiayaan yang ditetapkan pemerintah pada saat itu adalah melarang penghuni penjara
Sekarang kita berada di masa khilafah Sulaiman bin Abdul Malik. Saat di mana Yazid bin Muhallab bin Abi Sufrah, salah satu pedang Islam yang terhunus dan wali daerah Khurasan yang kuat, bergerak cepat bersama pasukannya yang berjumlah seratus ribu orang, ditambah para sukarelawan dari mereka yang ingin mencari syahadah dan
Kita berada di tahun 87 H. Ketika pahlawan Islam dan panglima besar Qutaibah bin Muslim Al-Bahili memimpin pasukannya yang tangguh dari kota Marwa menuju Bukhara, hendak menguasai sisa negeri yang ada di seberang sungai. Beliau juga hendak berperang di pinggiran negeri Cina dan menarik Jizyah dari mereka. Belum lagi pasukan
Lembaran hidup khalifah yang ahli ibadah, zuhud dan khalifah rasyidin yang kelima ini lebih harum dari aroma misk dan lebih asri dari taman bunga yang indah. Kisah hidup mengagumkan laksana taman  yang harum semerbak, di mana pun Anda singgah di dalamnya yang ada hanyalah suasana yang sejuk di hati, bunga-bunga
Suatu ketika terjadi perselisihan dan menyebabkan saling menjauh antara Muhammad Al-Hanafiyah dengan kakaknya Hasan bin Ali. Kemudina Muhammad Al-Hanafiyah menulis surat kepada Hasan sebagai berikut: “Sesungguhnya Allah memberikan keutamaan kepada Anda melebihi diriku. Ibumu adalah Fathimah binti Muhammad bin Abdillah, sedangkan ibuku adalah wanita dari Bani Hanifah. Kakekmu dari jalur