Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Muhammad bin Thohir Al Maqdisi namanya. Dia salah satu dari sekian ulama yang menanggung penderitaan dalam menuntut ilmu. Suatu ketika dia berkata: “Saya pernah kencing darah 2 kali saat-saat belajar hadits; sekali di Baqdad dan sekali di Mekkah karena saya berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki dibawah terik sinar matahari
Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy Setiap tanggal 21 April pukul sepuluh pagi waktu Tel Aviv, orang-orang Zionis biasanya menghidupkan sirene dan alarm di segenap penjuru Palestina yang dirampas. Seluruh orang Yahudi di Palestina maupun di luar Palesitna berdiri selama satu menit untuk berkabung, sebagaimana yang mereka klaim, atas pembantain 6
Ibnu Jauzi rahimahullah berkata dalam bukunya Shaidul Khatir hal.158: “Perkara paling utama adalah mencari tambahan ilmu. Sebab, orang yang membatasi ilmunya dan merasa cukup dengannya pasti akan keras kepala. Perasaan superirornya akan menghalanginya dari mendapatkan manfaat. Dengan belajar, seseorang akan mengetahui kesalahannya.” Artikel: www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan &
Ini adalah kisah seorang pemuda yang tengah mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi. Antara kota Mekah dan Jeddah ia melaluinya dengan kecepatan di atas rata-rata. Lalu ia mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Sebelumnya ia sedang menyalakan tape recordernya dengan mendengarkan lagu-lagu Barat seperti yang biasa didengarkan orang-orang. Orang yang
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah menulis surat kepada Pendidik anak-anaknya.Beliau rahimahullah berkata, “Hendaklah yang mereka ketahui pertama kali dari Pengajaranmu adalah rasa benci terhadap alat-alat musik.Karena hal itu berawal dari setan dan mendatangkan kebenciab dari Ar-Rahman. Sungguh telah sampai kepadaku dari orang-orang terpercaya yang berilmu,bahwa menghadiri tempat musik dan
Atas dasar perintah Ibrahim, Nabi Luth ‘alaihissalam tinggal jauh dari tempat tinggal pamannya, Ibrahim. Luth menetap di kota Sodom. Kota Sodom dihuni oleh orang-orang fajir, kafir, serta perampok. Mereka melakukan kemungkaran di tempat-tempat perkumpulan mereka serta tidak mau mencegah kemungkaran yang mereka lakukan, yaitu kemungkaran homoseksual dan meninggalkan para wanita
Penduduk Madyan adalah satu kaum Arab yang tinggal di kota bernama Madyan. Kota tersebut terletak di daerah Ma’an di ujung daerah Syam di samping tepian kota Hijaz dekat dengan laut tempat ditenggelamkannya kaum Luth. Mereka berasal dari keturunan Bani Madyan bin Madyan bin Ibrahim al-Khalil Penduduk Madyan adalah orang-orang kafir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang mulia putra orang yang mulia dari putra orang yang mulia, Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin lbrahim.”[1] Para ahli tafsir dan lainnya berkata, “Yusuf sewaktu kecilnya pernah bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan seolah-olah bersujud kepadanya. Setelah bangun dari tidurnya, ia
Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi Sebagai kelanjutan dari majalah Qiblati dalam menjelaskan kebenaran, maka yang akan menjadi tamu kita dalam kisah bulan ini adalah Syaikh ‘Abdul Ahad Dawud yang dulunya bernama Benjamin Kaldani, seorang Profesor Telogi, dan seorang Imam Katholik bagi sekelompok orang Kaldan, yang menguasai beberapa bahasa. Akan tetapi
Daulah Abbasiyyah semenjak berdirinya, yaitu pada tahun 132 H, hingga runtuhya, yaitu pada tahun 656 H mengalami dua masa yang berbeda. Masing-masing masa memiliki kekhususan dan kelebihan. Kedua masa ini adalah: 1. Masa ‘Abbasiyyah Pertama: Masa ini menjadi masa keemasaan dan kekuatannya, yaitu dari tahun 132 H – 247 H.
Suatu saat, ada seorang wanta lanjut usia menderita sakit. Lalu, cucunya mendatangkan dokter kerumah. Dokter melihat si nenek berdandan dan mengenakan pakaian yang berwarna warni. Dokter lalu bisa menebak sakitnya seraya mengatakan, “Nenek ini sakit karena ingin nikah.” Cucunya terheran-heran seraya berkata, “Hah, masak sih nenek saya sudah tua begini
Dikisahkan bahwa az-Zamakhsyari rahimahullah kakinya buntung. Ketika ditanya tentang sebabnya, dia mengatakan, “Karena do’a ibuku, sebab dulu ketika masih kecil aku merawat burung lalu aku ikat kakinya dengan tali, ternyata dia lepas dariku dan aku pun mengejarnya hingga dia masuk ke sebuah lubang, aku pun menariknya hingga kakinya patah. Melihat