Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
FASE KEDUA Setelah beliau menegaskan pengumuman taubatnya tersebut, beliau meninggalkan kota Bashrah menuju kota Baghdad. Pada fase ini, beliau memiliki kecondongan kepada pemahaman  ulama Ahlus Sunnah. Namun, beliau belum sepenuhnya memeluk madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Saat itu, beliau masih terpengaruh oleh pemikiran Abu Muhammad Abdullah bin Sa’id bin Kullab.
Yang pertama kali melakukan jabat tangan di dalam sejarah Islam adalah Suku al Asy’ari yang datang dari negeri Yaman [al Fawaid Adz Dzahabiyyah min Siyar ‘Alamin Nubala hal.38] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel : www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menceritakan: Suatu saat aku mengunjungi salah seorang bapak tua yang rajin beribadah di suatu masjid tempat dia biasa mengerjakan sholat. Beliau adalah orang yang sangat rajin beribadah. Ketika itu dia sedang duduk di masjid -menunggu tibanya waktu sholat setelah sholat sebelumnya- maka akupun mengucapkan salam kepadanya dan
“Sejak kecil Sufyan bin Uyainah menyukai hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam. Ia biasa ‘main’ ke masjidil Haram , jika ada ulama berkunjung ke Masjid (di luar shalat fardhu), ia bersedia menjaga kendaraannya dengan imbalan 8 hadits. Pernah seorang ahli hadits bernama Amru bin Dinar mengunjungi masjidil Haram, lalu Sufyan kecil
1. Mahatma Gandhi (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA) “Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia ?? Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya,
Dari Abu Darda’ radhiyallahu anh, ia bercerita, “Ketika aku sedang duduk-duduk bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tampak Abu Bakar datang sambil mengangkat bagian bawah pakaiannya hingga lututnya kelihatan. Melihat hal itu, Nabi berkomentar, “Temanmu ini (yaitu Abu Bakar) habis bertengkar.” Tidak lama kemudian, Abu Bakar mengucapkan salam dan berkata,
QADHI Baha’uddin bin Syaddad dalam bukunya, An-Nawadir As-Sulthaniyah wal Mahasin Al-Yusufiyah, dalam peristiwa Ar-Raml di daerah ‘Aka, menulis: “Salah satu keunikan kisah ini yaitu, ada sebuah kerajaan dipimpin oleh raja bernama Sarasinqar. la seorang muslim. Sarasinqar sangat pemberani, dan telah membunuh banyak sekali musuh Allah dari tentara salib dan mengalahkan
Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk seorang Arab badui ketika sakit. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan padanya: “Tidak apa-apa kamu, sakit ini meleburkan dosa insya Allah.” Namun, orang Badui itu malah membantah: “(Bukan tidak apa-apa),
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menceritakan dari seorang kawannya yang tepercaya sebuah kejadian yang penuh ibrah. Dia berkata: “Aku pernah melihat seekor semut datang menuju bangkai belalang, ia ingin mencoba menariknya tetapi tidak kuat mengerjakannya sendiri. Lalu ia pergi tak jauh dari situ, kemudian datang dengan beberapa rombongan semut. Aku angkat
Oleh: Syaikh Muhammad Hassan Seorang pemuda Amerika, aslinya berkebangsaan Spanyol, masuk menemui saudara-saudara muslim kita di salah satu masjid New York di kota Brooklyn selepas shalat subuh, kemudian dia berkata kepada mereka, ‘Aku ingin masuk Islam.’ Lalu mereka bertanya, ‘Siapa Anda?’ Dia menjawab, ‘Tunjukkanlah saya, janganlah menanyai saya.” Kemudian dia
Safinah Abu Abdirrahman radhiyallahu ‘anhu salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah bercerita: “Saya pernah berlayar menaiki perahu, tiba-tiba perahu itu terbelah, maka saya segera menaiki potongan kayu sehingga saya terdampar di sarang singa. Pada saat itu, seekor singa menginginkan saya lalu saya katakan kepadanya, ‘Wahai Abul Harits
Pada tahun 1047 H,ketika melakukan suatu tugas pekerjaan saya bertemu dengan seorang lelaki. Tugas itu memakan waktu lebih dari sebulan.oleh karena itu,terjadilah suatu persahabatan yang akrab diantara kami berdua. Suatu ketika aku bertanya kepadanya, “Temanku yang terhormat,aku tahu kamu belum menikah,padahal umurmu sekarang hampir 40 tahun. Kenapa kamu mesti terlambat