Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Berikut ini adalah kisah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz -rahimahullah- dengan enam penuntut ilmu Somalia yang akan dihukum gantung oleh pemerintah Somalia atas kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan. Mungkin disebabkan karena hasad terhadap dakwah salafiyah yang menyebabkan mereka difitnah dan akan dihukum mati. Asy-Syaikh Salim Ath-Thawil menceritakan:
Beliau bernama Syaikh Abu Abdillah Abdurrahman bin Nashir bin Abdillah bin Nashir As-Sa’di, berasal dari Bani Tamim. Dilahirkan di kota Unaizah pads tanggal 12 Muharam 1307 H (1886). lbunya meninggal ketika beliau berumur 4 tahun yang disusul ayahnya tiga tahun kemudian. Syaikh Sa’di telah menghafal AI-Quran dan menguasai cara pembacaannya
Ada seseorang dari kalangan bangsa Eropa yang masuk Islam, lalu baik keislamannya, jujur perilakunya, dan punya hasrat menggebu untuk menampakkan jati diri keislamannya. Lelaki itu juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi di hadapan orang-orang kafir, tanpa malu atau ragu, hatta dalam kondisi yang kadang tidak relevan, dia tetap punya
Perang Uhud tiba, ‘Abdulloh bin Jahsy dan kawannya Sa’ad bin Abi Waqqosh dalam perang ini mempunyai cerita yang tidak terlupakan. Biarkan kesempatan ini kita berikan kepada Sa’ad, biar beliau sendiri yang menyampaikan ceritanya dan cerita kawannya. Sa’ad bin Abi Waqqosh berkata, “Di perang Uhud, aku bertemu dengan ‘Abdulloh bin Jahsy,
Jarir meriwayatkan, ”Suatu hari Al A’masy duduk di pojok majelis. Sementara kami duduk di bagian pojok lain. Di Dekat tempat itu, ada air hujan menggenang membentuk sebuah danau kecil. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang mengenakan mantel hitam. Saat melihat al A’masy, ia memandang rendah, karena pakaian beliau yang sederhana. “Heh
Fitnah yang mereka munculkan disini adalah berbagai macam pemikiran yang menyimpang yang dikembangkan dan dijadikan sebagai peluang emas oleh musuh­-musuh Islam, baik kalangan kaum Sabaiyyah maupun yang lainnya. Dengan itu mereka membesarkan api fitnah dan peperangan di dalam tubuh daulah Islam ini. Kelompok-­kelompok yang paling berperan adalah: 1. Syi’ah (Rafidhah)
Syaikh ‘Abdul Hadi Badlah, Imam Masjid Jami’ur Ridhwan di Halab Syiria, pernah bercerita, “Di awal pernikahanku, Allah telah menganugerahkan kepadaku anak yang pertama. Kami sangat bergembira dengan anugerah ini. Akan tetapi, Allah l berkehendak menimpakan penyakit yang keras kepada anakku. Pengobatan seakan tak berdaya untuk menyembuhkannya, keadaan sang anak semakin
Dikisahkan bahwa ada sebagian ulama terkemuka di Iraq yang merasa dengki dan iri hati terhadap Imam asy-Syafi’i dan berupaya untuk menjatuhkannya. Hal ini dikarenakan keunggulan Imam asy-Syafi’i atas mereka di dalam ilmu dan hikmah, di samping karena beliau mendapatkan tempat yang khusus di hati para penuntut ilmu sehingga mereka begitu
Jarir bin Abdillah adalah salah seorang Sahabat Nabi yang mulya. Suatu hari ia perintahkan kepada maulanya untuk membeli kuda seharga 300 dirham. Maka, maulanya tersebut kemudian mendapatkan penjual dan kudanya yang cocok dengan harga itu, didatangkan kepada Jarir. Sang penjual sudah setuju kudanya dijual dengan harga 300 dirham.  Ketika ditunjukkan
Ada seorang wanita yang mengalami gagal ginjal –kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan keselamatan, kesehatan, dan kesembuhan bagi kaum muslimin yang sakit–. Ia sudah berulang kali memeriksakan dan mengobatkan sakit yang dideritanya tersebut. Akhirnya, ia mencari-cari sekiranya ada orang yang mau merelakan ginjalnya untuk disumbangkan kepada dirinya, ia siap
Fenomena bertambahnya jumlah wanita yang terlambat menikah (perawan tua) menjadi satu perkara yang menakutkan saat ini, mengancam kebanyakan pemudi-pemudi di masyarakat kita yang Islami, bahkan di seluruh dunia. Berikut ini marilah kita mendengarkan salah satu jeritan mereka : Majalah Al-Usrah edisi 80 Dzulqa’dah 1420 H menuliskan jeritan seorang perawan tua
Tersebutlah seorang syaikh yang menulis sebuah kitab yang menjelaskan tentang urgensi tauhid. Dia menjelaskannya kepada para muridnya, dan terus mengulang-ulang pembahasannya. Suatu hari murid-muridnya berkata,”Wahai syaikh, kami harap Anda mau mengganti pelajaran yang Anda sampaikan kepada kami dengan materi-materi yang lain, seperti kisah, siroh, dan sejarah.” Syaikh itu menanggapi,”Insya Allah