Yazid bin Mu’awiyah 60 H – 64 H

Al-Husain radhiyallahu ’anhu sampai di Karbala dan kematiannya

Sampailah Al-Husain di Karbala dekat dengan Kufah. Mereka dihadapi oleh pasukan besar yang telah disiapkan oleh ‘Ubaidullah bin Ziyad yang dipimpin oleh ‘Umar bin Sa’d bin Abi Waqqash. Tidak ada perbandingan antara pasukan Al-Husain, yang jumlahnya tidak mencapi 100 dengan lawannya yang mencapai 4.000 orang. Juga tidak selayaknya dikatakan sebagai perang antara dua pasukan.

Terjadilah pertemuan antara Al-Husain radhiyallahu ‘anhu. dengan ‘Umar bin Sa’d. Al-Husain radhiyallahu ‘anhu menawarkan beberapa opsi sebagai jaminan untuk menahan perang dan saling membunuh. Diriwayatkan bahwa beliau mengatakan: “Pilihlah salah satu dari tiga pilihan yang aku ajukan:

1)     Aku kembali ke tempat yang aku datang darinya,

2)     Atau aku meletakkan tanganku (baiat) terhadap Yazid lalu ia akan menentukan pendapatnya,

3)     Kalian menempatkan aku di perbatasan kaum muslimin yang kalian inginkan, lalu aku menjadi salah satu dari kalangan kaum muslimin yang ada di sana, hak dan kewajibanku sama dengan mereka.

`Umar bin Sa’d senang dengan hasil yang menggembirakan ini, yang sebelumnya beliau telah enggan dan benci untuk memerangi Al-Husain radhiyallahu ‘anhu kalau saja Ibnu Ziyad tidak mengancamnya dengan ancaman bunuh. `Umar dan pasukannya shalat di belakang Al-Husain (menjadi makmumnya-pen) ketika mereka menunggu jawaban dari Ibnu Ziyad. Beliau juga segera mengirimkan surat kepada Ibnu Ziyad menawarkan apa yang telah beliau dapatkan. Ketika Ibnu Ziyad membaca suratnya, dia mengatakan: “Ini adalah sebuah surat dari seorang pemberi nasehat bagi pimpinannya, dan seorang yang sayang terhadap kaumnya. Ya aku terima (tawaran ini). ” Yang demikian adalah sebuah petunjuk yang sangat jelas atas bagusnya niatan mereka dan tidak adanya keinginan pada diri mereka untuk menyulutkan api fitnah dan perselisihan.

Akan tetapi seorang provokator/penggerak kejahatan dan fitnah yang disebut dengan Syamr bin Dzil Jusyan merubah pemikiran Yang bagus ini. Dia mengatakan kepada Ibnu Ziyad: “Apakah engkau mau menerima tawaran ini darinya, padahal dia telah masuk ke wilayahmu dan sudah berada di hadapanmu? Demi Allah, bila dia (Al-Husain) pergi meninggalkan negerimu dalam keadaan tidak meletakkan tangannya di tanganmu, maka dia adalah seorang yang lebih berhak untuk mendapatkan kekuatan dan kedudukan. Sedangkan engkau adalah orang yang lemah dan loyo. Oleh karena itu, jangan kamu berikan kedudukan ini kepadanya. Karena hal ini akan menjadi kelemahan bagimu. Hendaklah engkau memutuskannya clan pasukannya sesuai dengan hukummu. Bila engkau menghukum mereka, maka engkau adalah penguasa yang memiliki hukum. Bila engkau mengampuni mereka maka yang demikian adalah hakmu.

Ibnu Ziyad pun terpengaruh oleh pandangan laki-laki jahat lagi pendosa ini. Kemudian dia mengirim utusan kepada `Umar bin Sa’d dengan apa yang diusulkan laki-laki tadi. Yang demikian adalah kesalahan dari Ibnu Ziyad, juga bentuk kesewenangan dan kezhalimannya. Ibnu Sa’d melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Ibnu Ziyad, meminta kepada Al-Husain untuk menyerah tanpa syarat sampai kemudian Ibnu Ziyad yang akan memutuskannya. Akan. tetapi Al-Husain radhiyallahu ‘anhu tidak menerimanya karena beliau berkeyakinan bahwa yang demikian adalah kehinaan dan kerendahan. Sehingga peperangan dan saling membunuh harus terjadi.

Pada hari kesepuluh bulan Muharram 61 H berkecamuklah perang antara pasukan Iraq yang berjumlah lebih dari 4.000 personil dengan pengikut Al-Husain radhiyallahu ‘anhu yang tidak lebih dari 80 orang. Buku-buku sejarah telah mencatat jiwa ksatria yang ditunjukkan oleh pengikut Al-Husain &. Beliau meminta kepada mereka (para pengikutnya) agar meninggalkannya dan mencari jalan selamat sendiri-sendiri. Akan tetapi mereka tidak setuju dengan permintaannya dan tetap berada di sisi beliau mengorbankan nyawa mereka di hadapannya satu persatu. Tidak ada satupun di antara mereka yang tewas kecuali dalam keadaan tegar menghadapi lawan, tidak lari, mencurahkan segenap kekuatannya, dan melepaskan diri mereka dari tanggung jawab di hadapan Allah.

Comments
All comments.
Comments
  1. AKU WONG ISLAM

    Kasihan ya anda………..

  2. Javad Al Kadzim

    Pemuja Yazid adalah pemuja dajjal dan musuh Alloh, Rosul, dan ahlul baytnya yang suci! La’natlah pemuja Yazid!

  3. fitri

    makasih atas beritanya