Yazid bin Mu’awiyah 60 H – 64 H

Al-Husain radhiyallahu ‘anhu  berangkat menuju Kufah

Al-Husain bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu memenuhi permintaan penduduk Kufah. Keinginannya untuk menuju Kufah semakin kuat ketika surat Muslim bin ‘Aqil sampai kepadanya. Surat itu dikirim sebelum Muslim dibunuh. Muslim bin’Aqil mengatakan kepada Al-Husain bahwa 18.000 orang telah berbaiat kepadanya, mempersiapkan diri dan nyawa mereka untuk membelanya, dan menghadapi musuh-musuhnya.

Para pemberi nasehat yang sejati telah memberikan nasehat kepada Al-Husain dan memohon dengan sangat agar beliau tetap tinggal di Makkah. Mereka juga menjelaskan kepadanya makar penduduk Iraq dan apa yang mereka perbuat terhadap ayahnya dahulu, yaitu ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Juga menjelaskan bahwa apa yang akan beliau lakukan akan memecah belah persatuan dan menyulut api fitnah. Di antara orang-orang yang memberikan nasehat kepada beliau adalah Ibnu `Umar, Ibnu ‘Abbas, Abu Sa’iid Al-Khudri, Abu Waaqid Al-Laitsi, Jabir bin ‘Abdillah, dan selain mereka. Akan tetapi beliau telah terpengaruh oleh surat yang begitu banyaknya dari penduduk Kufah. Oleh karena itu, beliau tetap bersikeras untuk pergi menuju Kufah sebagaimana telah kami terangkan.

Al-Husain radhiyallahu ‘anhu keluar dan berangkat menuju Kufah bersama keluarganya, anak-anaknya, dan sejumlah rekan-rekannya. Mereka semua berjumlah kurang lebih 80 orang. Al-Farazdaq (penyair terkenal) di tengah perjalanan menemuinya lalu Al-Husain menanyainya tentang kondisi penduduk Kufah. Dia menjawab: “Hati mereka bersamamu akan tetapi pedang mereka bersama Bani Umayyah, sedangkan takdir telah turun dari langit. Allah Ta’ala mengerjakan apa yang Dia kehendaki.” Namun beliau tetap melanjutkan langkahnya dan tidak memperdulikan isyarat yang disampaikan oleh Al-Farazdaq berupa mara bahaya yang telah menanti, baik dari penduduk Iraq maupun dari kalangan Bani Umayyah.

Al-Husain radhiyallahu ‘anhu juga berjumpa dengan seorang yang baru pulang dari Kufah, namanya Bukair bin Tsa’labah. Beliau mengetahui darinya bahwa kondisi di Kufah telah berubah, pendukung-pendukung Al-Husain radhiyallahu ‘anhu telah menjauh. Mereka enggan menolongnya di hadapan keganasan `Ubaidullah bin Ziyad dan kekuatannya. Juga tentang kematian Muslim bin ‘Aqil. Tidak ada lagi di Kufah kekuatan dan penolong untuk Al-Husain.

Ketika itu, sebagian rekannya mengatakan kepada Al-Husain: “Kami meminta kepadamu dengan nama Allah demi dirimu dan keluargamu, agar engkau kembali ke arah engkau datang (yakni Makkah). Sesungguhnya tidak ada di Kufah penolong dan pembantu bagimu. “ Akan tetapi saudara-saudara Muslim bin ‘Aqil mengatakan: “Demi Allah, kami akan tetap melanjutkan perjalanan sampai kami berhasil mengambil hak kami atau merasakan apa yang dirasakan saudara kami. ” Al-Husain mengatakan: “Tidak ada lagi kehidupan yang baik setelah mereka. Beliau tetap melanjutkan perjalanannya bersama sekelompok kecil orang yang telah bersamanya (semenjak meninggalkan Makkah).

Comments
All comments.
Comments
  1. AKU WONG ISLAM

    Kasihan ya anda………..

  2. Javad Al Kadzim

    Pemuja Yazid adalah pemuja dajjal dan musuh Alloh, Rosul, dan ahlul baytnya yang suci! La’natlah pemuja Yazid!

  3. fitri

    makasih atas beritanya