Yazid bin Mu’awiyah 60 H – 64 H

Pemberontakan yang dilakukan oleh Al-Husain radhiyallahu ‘anhu dan pembunuhan terhadapnya:

Al-Husain bin `Ali berada di Madinah ketika Yazid bin Mu’awiyah memegang tampuk kekuasaan. Lalu Yazid rahimahullah mengirim surat kepada Al Walid bin `Utbah, gubernur Madinah yang diangkatnya, agar mengambil baiat (sumpah setia) dari sejumlah orang yang menolak membaiatnya, mereka adalah Al-Husain bin ‘Ali, ‘Abdullah bin ‘Umar, dan ‘Abdullah bin Az-Zubair .

Ketika Al-Husain bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengetahui hal ini, beliau pergi menuju Makkah dan tinggal di sana. Semenjak itu, sebagian kaum muslimin ada yang mengikuti beliau dan memberikan kepercayaan padanya. Mereka juga menggantungkan sejumlah harapan kepadanya. Dengan demikian para penyulut api fitnah berbahagia karena mulai ada perpecahan di antara kaum muslimin. Mereka mulai mengambil langkah untuk memanfaatkan keadaan dalam rangka memecah-belah barisan kaum muslimin.

Sikap penduduk Kufah terhadap AI-Husain:

Penduduk Kufah dari kalangan penyulut api fitnah berbahagia ketika mengetahui bahwa Al-Husain bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu tidak berbaiat kepada Yazid rahimahullah dan telah tinggal di Makkah. Sekian angan-angan telah merayap dalam jiwa jahat mereka. Mereka berusaha mengetahui keberadaannya di Makkah sebagaimana seorang yang tersesat mencari-cari bintang penunjuk arah dan tempat berlabuh yang amanah. sejumlah surat mulai mereka layangkan kepadanya untuk mengharapkan kedatangannya dari Makkah menuju kepada mereka (di Kufah). Penduduk Kufah menampakkan bahwa mereka telah siap siaga untuk bergabung dengannya dan memberontak kepada Bani Umayyah sampai Al-Husain memegang kekuasaan karena beliau -menurut mereka- adalah orang yang paling berhak dan orang yang tepat untuk memegang kekuasaan. Mereka tidak peduli dengan sekian bencana dan pertumpahan darah yang akan terjadi karena perbuatan yang mereka lakukan.

Al-Husain, mengutus anak pamannya, yaitu Muslim bin ‘Aqil, untuk menjadi penunjuk jalan dan untuk mencari tahu kenyataan yang ada. Sampailah Muslim bin `Aqil di Kufah. Para penduduknya menyambutnya dengan baik. Sejumlah orang yang mendekati 18.000 orang berkumpul di sekitarnya. Mereka semua mendukung Al-Husain radhiyallahu ‘anhu dan menjanjikan kepadanya bantuan. Ketika melihat hal yang demikian, Muslim bin ‘Aqil segera menulis surat kepada Al-Husain tentang keadaan yang beliau saksikan.    Kemudian Al-Husain memantapkan pilihan untuk menuju Kufah.

Akan tetapi begitu cepatnya penduduk Kufah meninggalkan Muslim bin ‘Aqil, yaitu ketika Khalifah Yazid memutuskan penggantian An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu sebagai gubernur Kufah -beliau adalah seorang pemimpin yang lebih condong kepada sifat pemaaf dan lemah lembut – diganti dengan ’Ubaidullah bin Ziyad seorang yang berperangai keras dan bengis dalam menjaga pamor negara dan dalam menebarkan keamanan dan ketertiban.

Tindakan gubernur yang kejam dan keras nampak jelas ketika ia menghalau pendukung Muslim bin ‘Aqil, dimana dia mampu menangkap pimpinan-pimpinan mereka sehingga yang lain pun menyingkir dari Muslim bin ‘Aqil. Akhirnya, ia menangkap Muslim bin ‘Aqil dan memerintahkan untuk dibunuh.

Comments
All comments.
Comments
  1. AKU WONG ISLAM

    Kasihan ya anda………..

  2. Javad Al Kadzim

    Pemuja Yazid adalah pemuja dajjal dan musuh Alloh, Rosul, dan ahlul baytnya yang suci! La’natlah pemuja Yazid!

  3. fitri

    makasih atas beritanya