Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Senyum sejenak membaca tweet seseorang : “Istrinya sakit parah, lalu iapun berkata kepada suaminya : “Ruqyahlah aku !”. Sang suamipun meruqyah istrinya dan membuka bacaan Qur’annya dengan ayat : فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.
Kota Jeddah adalah sebuah kota metropolitan di Arab Saudi. Secara geografis kota ini terletak di sebelah pantai timur Laut Merah pada 309 garis BT dan antara 21-289 garis LU, persisnya di daratan rendah pinggir Laut Merah, ±75 Km dari Kota Suci Makkah. Kota ini memiliki dua iklim cuaca, yaitu musim
Dulu, kota ini bernama Yatsrib. Setelah Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah ke kota ini, selanjutnya kota ini sering dikenal dengan “Madinatur Rasul”. Kemudian, orang menyebut kota ini dengan “Al-Madinah”. Secara geografis, kota ini berupa dataran yang dikelilingi gunung dan bukit-bukit, serta beriklim gurun. Suhu tertinggi berkisar antara 30 °C sampai 45
Sahabat dekatku (seorang polisi di kota Madinah) bercerita kepadaku kemarin malam di masjid Nabawi setelah isya, tanggal 19 Desember 2013): “Pamanku, kakak ayahku adalah seorang yang sangat berbakti kepada ayahnya. Pada suatu hari –seperti kebiasaannya- ia menyiapkan sendal/sepatu dan memakaikan sendal ke kedua kaki ayahnya. Namun pada saat itu, ada
Fir’aun pernah melihat dalam mimpinya seolah-olah ada api yang meluncur dari arah Baitul Maqdis, lalu membakar rumah-rumah kota Mesir dan orang-orang Qibthi, namun tidak membahayakan Bani Israil. Para dukun berkata kepada sang raja, “Anak ini lahir dari kalangan Bani Israil. Ia akan menjadi sebab-sebab kehancuran penduduk Mesir melalui kedua tangannya.”
Al-Kisah, dahulu terdapat seorang syaikh yang selalu mengajarkan murid-muridnya permasalahan aqidah. Beliau seringkali mengajarkan pada mereka kalimat “laa ilaaha illallah”. Beliau pun berusaha menjelaskan dan menanamkannya pada mereka, dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tatkala syaikh sedang mengajarkan pada mereka kalimat “laa ilaaha illallah” dan menanamkannya dalam jiwa mereka,
Tahukah Anda.. Imam ad Dhahak bin Muzahim rahimahullah dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan gigi serinya telah tumbuh. (Ta’liq Ithaful Ibad bi Fawaid Durus Syaikh al Abbad hal.120) Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel: www.KisahIslam.net Fanspage: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Tahukah Anda.. Suwaid bin Ghafalah (seorang Ulama Tabi’in) meninggal dunia pada usia 130 tahun. Pada usia 120 tahun, beliau masih menjadi imam shalat tarawih. [Ta’liq Ithaful Ibad bi Fawaid Durus Syaikh al Abbad hal.120] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel: www.KisahIslam.net Fanspage: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Tahukah Anda… Al Imam Malik dan Muhammad bin Ajlan rahimahumallah berada di dalam kandungan ibunya selama empat tahun. [Ta’liq Ithaful Ibad bi Fawaid Durus Syaikh al Abbad hal.120] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel: www.KisahIslam.net Fanspage: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Tahukah Anda.. Shahabat ‘Amr bin al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu masih berusia tiga belas tahun ketika putra beliau Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash lahir. [Ta’liq Ithaful Ibad bi Fawaid Durus Syaikh al Abbad hal.120] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel: www.KisahIslam.net Fanspage: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Tahukah Anda.. Khalid bin Mihran termasuk perawi di dalam Kutubus Sittah. Beliau di gelari al Hadzdza’ (si tukang sepatu). Gelar tersebut disematkan bukan karena beliau benar-benar seorang tukang sepatu, akan tetapi karena sering bergaul dengan komunitas tukang sepatu. [Ta’liq Ithaful Ibad bi Fawaid Durus Syaikh al Abbad hal.87] Dikutip dari
Tahukah Anda.. Ya’qub bin Ibrahim ad Dauraqi, Muhammad bin Basyar dan Muhammad bin al Mutsanna wafat pada tahun yang sama, usia yang sama, berasal dari satu negeri, belajar pada guru yang sama, dan ketiganya adalah guru dari penulis Kutubus Sittah. [Ta’liq Ithaful Ibad bi Fawaid Durus Syaikh al Abbad hal.120]