Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Diceritakan bahwa Ketangguhan atau keberanian Abdullah ibn az-Zubair adalah pengaruh dari keberanian ayah dan ibunya radiallahu ‘anhuma yang ditirunya. Al-Laits meriwayatkan dari Abul Aswad dari Urwah, katanya, “Az-Zubair memeluk Islam dalam usia 8 tahun. Suatu waktu dia pernah tersugesti oleh setan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditangkap di dataran
Diriwayatkan dari Tsabit bin al-Bunani dari Anas bahwasanya seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, Fulan mengakui pohon kurma sebagai miliknya, padahal pohon itu ada dalam kebun saya.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan supaya dia memberikan pohon itu kepadanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Berikan kepadanya, kamu akan mendapatkan ganti pohon
Dia meriwayatkan kisah ini kepada Ahmad bin Abu Hawari, “Ketika aku sedang sujud, tiba-tiba saya terserang ngantuk. Tanpa aku duga, beberapa orang bidadari membangunkan aku dengan kakinya. Bidadari itu berkata, ‘Wahai kekasihku, apakah kamu masih akan tidur sementara para malaikat mengawasi orang-orang yang bangun untuk melaksanakan tahajud (qiyamul lail). Sungguh
Diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Pamanku Anas bin an-Nadhar tidak ikut serta di dalam perang Badar. Kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Aku tidak sempat bergabung dalam peperangan pertama melawan orang-orang musyrik. Sekiranya Allah memberi kesempatan kepadaku untuk melawan orang-orang musyrik, tentu Allah Maha Melihat apa
Penulis: Syaikh Salim Al-Ajmiy Hafizahullah Ta’ala Tulisan ini adalah sebuah surat yang dikirimkan oleh salah seorang wanita yang mengisahkan kisah seorang korban dari sekian banyak korban pacaran, dan menjelaskan betapa jauh pengaruhnya terhadap dirinya, serta bagaimana para pelamar memalingkan pandangan mereka darinya disaat mengetahui akan pamornya yang jelek, sehingga Allah
Ada seorang lelaki bertutur kepada Abu Hanifah. Ia mengeluh, karena ia menyimpan harta di sebuah tempat, di dalam tanah, tapi ia tidak teringat tempat tersebut. Abu Hanifah tercengung sejenak. Lalu berkata: “Sebenarnya, ini bukan soal fiqih. Tapi cobalah kamu melakukan shalat malam hingga menjelang fajar. Insya Allah, kamu akan teringat
Muhammad bin Hasan mengisahkan, ada seorang laki-laki yang kemasukan beberapa orang maling di malam hari. Mereka mengambili harta benda miliknya. Saat ketahuan, mereka mengancamnya. Mereka memintanya untuk bersumpah dengan menceraikan istrinya, bila ia mengabarkan kejadian itu. Esok harinya, laki-laki itu melihat sendiri mereka menjual harta benda miliknya. Ia tidak mampu
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Barangsiapa yang membenci satu hal dari diri penguasanya hendaklah ia bersabar karena tidak seorangpun yang memberontak kepada penguasanya sejengkal saja, kemudian ia mati dalam keadaan seperti itu melainkan seperti kematian di dalam masa Jahiliyyah.” [HR.Muslim] Ketika Ibnu al-Asy’at melarikan diri, tinggallah petaka yang membinasakan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: penderita penyakit lepra, orang berkepala botak dan orang buta. Kemudian Allah Ta’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat. Maka datanglah malaikat itu
Pengantar Kisah Nabiyullah Yunus mengandung keajaiban dan keunikan. Dia dibuang ke laut dan dimakan ikan. Di sanalah dia berdoa kepada Allah untuk memohon pertolongan-Nya. Maka Dia menyelamatkan dan menjaganya dari kebinasaan. Dia memerintahkan ikan agar memuntahkannya di tepi pantai. Hadis ini mengandung tambahan keterangan dari apa yang disebutkan oleh Al-Qur’an
Pengantar Kisah ini memaparkan kepintaran Nabiyullah Sulaiman yang luar biasa dalam mengungkapkan kebenaran dalam sebuah persengketaan tanpa bukti-bukti yang membimbing kepada pemilik hak. Sulaiman menampakkan bahwa dirinya hendak membunuh bayi yang diperebutkan oleh dua orang wanita yang masing-masing mengklaim sebagai ibunya. Maka terbuktilah siapa ibu yang sebenarnya, yaitu yang merelakan
Al-Kifli adalah seorang pemuda Bani Israil, yang tak pernah lepas dari dunia maksiat. Suatu ketika ia tertarik dengan kecantikan seorang wanita. Lalu ia memberikan uang kepada wanita itu sebanyak 60 dinar. Ketika dalam posisi sebagaimana seorang suami menggauli isterinya, tiba-tiba wanita itu gemetar. Al-Kifli bertanya, “Apakah aku memaksamu melakukan ini?”