Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Nama sebenarnya adalah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’ad bin Huraiz az-Zar’i, kemudian ad-Dimasyqi. Dikenal dengan ibnul Qayyim al-Jauziyyah nisbat kepada sebuah madrasah yang dibentuk oleh Muhyiddin Abu al-Mahasin Yusuf bin Abdil Rahman bin Ali al-Jauzi yang wafat pada tahun 656 H, sebab ayah Ibnul
Syaikhul Islam Taqiyuddin Abul Abbas Ahmad Bin Abdul Halim Bin Abdus Salam Bin Abdullah bin Al-Khidhir bin Muhammad bin Taimiyah An- Numairy Al Harani Adimasqi Al Hambali. Beliau adalah Imam, Qudwah, ‘Alim, Zahid dan Da’i ila Allah, baik dengan kata, tindakan, kesabaran maupun jihadnya. Syaikhul Islam, Mufti Anam, pembela dinullah
Ibnu ‘Umar Rodhiyallohu ‘anhuma pernah berkata kepada seorang laki-laki, “Apakah kamu takut masuk neraka dan ingin masuk surga?” Laki-laki itu menjawab, “Tentu.” Ibnu ‘Umar Rodhiyallohu ‘anhuma berkata, “Berbaktilah pada ibumu. Demi Alloh, sekiranya kamu lemah lembut dalam berbicara kepadanya dan memberinya makan, niscaya kamu benar-benar akan masuk surga, selama kamu
Ali bin Abdullah Ad-Darbi menceritakan: “Ada satu kisah yang sangat berkesan bagiku, pernah suatu saat berangkatlah empat orang dari salah satu lembaga sosial di Kerajaan Saudi Arabia ke pedalaman Afrika untuk mengantarkan bantuan dari pemerintah negeri yang penuh kebaikan ini, Kerajaan Saudi Arabia. Setelah berjalan kaki selama empat jam dan
Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak[1] adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini.Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh hafidzahullah telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti,terkhusus di zaman sekarang ini.Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam.Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam
KELAHIRANNYA Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada  tahun Gajah. Ada yang mengatakan, tiga puluh tahun setelahnya. Al-Hakim Abu Ahmad mengatakan, “Ada yang mengatakan, empat puluh tahun setelahnya. Ada pula yang mengatakan, sepuluh tahun setelahnya.” Penjelas­an ini diriwayatkan al-Hafizh Abul Qasim bin Asakir dalam Taariikh Dimasyq.”[12] Yang shahih lagi masyhur
Pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul Awal 11 H (hari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam) masuklah putri beliau Fathimah radhiyallahu anha ke dalam kamar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah
Tiga orang dari kelompok khawarij diutus. Mereka adalah ‘Abdurrahman bin Muljam Al-Muradi yang berasal dari suku Himyar namun ia dianggap penduduk Bani Murad dan merupakan halif Bani Jabalah dari Kandah. Yang kedua adalah Al-Bark bin ‘Abdillah At-Tamimi dan yang ketiga adalah ‘Amru bin Bakir At-Tamimi. Mereka berkumpul di Mekkah, saling
Dari Al-Mukhawwal diriwayatkan bahwa ia menceritakan , “Buhaim Al-Ajali pernah datang kepada saya suatu hari dan berkata: ‘Apakah engkau mengenal seseorang yang engkau sukai dari tetangga atau sanak saudaramu, yang berkeinginan melaksanakan haji untuk dapat menemaniku?’ Aku (perawi) Menjawab: ‘Ada’ Aku segera menemui seorang lelaki yang shalih dan baik akhlaknya,
Dalam perang uhud, dia melakukan perang tanding melawan Thalhah bin Abi Thalhah al Abdari, kisahnya demikian: Dia pihak yang bermusuhan itu saling mendekat untuk memulai tahapan-tahapan perang yang akan berkecamuk. Yang pertama kali menyulut bara pertempuran itu adalah pembawa bendera dari kalangan musyrikin, yang bernama Thalhah bin Abu Thalhah al
Dia adalah seorang anak yang belajar di kelas 2 SD. Dengan taufiq dari Allah kemudian bimbingan ibunya, ia tidak pernah meninggalkan shalat subuh dengan berjamaah. Namun sayang sekali, jika ia pergi menunaikan shalat, ayahnya masih saja tidur. Pada satu hari, ketika sedang belajar di salah satu jam pelajaran, sang guru
Aku tidak tahu mengapa aku telah terenyuh setiap kali membaca kisah ini; kisah yang masih tetap kusimpan sejak lama dalam tumpukan kertas-kertasku yang berserakan. Kisah yang terjadi sejak lama ini menggambarkan penderitaan hakiki yang dialami pelakunya, menjelaskan tentang akhir kisah yang sebenarnya tidak perlu diherankan jika demikian akhirnya. Sungguh, kisah