Sirah Nabawiyah
Sirah Nabawiyah
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin
Daulah Umawiyyah
Daulah Umawiyyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah
Daulah Utsmaniyah
Daulah Utsmaniyah
Andalusia
Andalusia
Manzikert – Perang Manzikert
Manzikert – Perang Manzikert
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Barangsiapa yang membenci satu hal dari diri penguasanya hendaklah ia bersabar karena tidak seorangpun yang memberontak kepada penguasanya sejengkal saja, kemudian ia mati dalam keadaan seperti itu melainkan seperti kematian di dalam masa Jahiliyyah.” [HR.Muslim] Ketika Ibnu al-Asy’at melarikan diri, tinggallah petaka yang membinasakan
Muhammad bin Hasan mengisahkan, ada seorang laki-laki yang kemasukan beberapa orang maling di malam hari. Mereka mengambili harta benda miliknya. Saat ketahuan, mereka mengancamnya. Mereka memintanya untuk bersumpah dengan menceraikan istrinya, bila ia mengabarkan kejadian itu. Esok harinya, laki-laki itu melihat sendiri mereka menjual harta benda miliknya. Ia tidak mampu
Ada seorang lelaki bertutur kepada Abu Hanifah. Ia mengeluh, karena ia menyimpan harta di sebuah tempat, di dalam tanah, tapi ia tidak teringat tempat tersebut. Abu Hanifah tercengung sejenak. Lalu berkata: “Sebenarnya, ini bukan soal fiqih. Tapi cobalah kamu melakukan shalat malam hingga menjelang fajar. Insya Allah, kamu akan teringat
Penulis: Syaikh Salim Al-Ajmiy Hafizahullah Ta’ala Tulisan ini adalah sebuah surat yang dikirimkan oleh salah seorang wanita yang mengisahkan kisah seorang korban dari sekian banyak korban pacaran, dan menjelaskan betapa jauh pengaruhnya terhadap dirinya, serta bagaimana para pelamar memalingkan pandangan mereka darinya disaat mengetahui akan pamornya yang jelek, sehingga Allah
Nasab Beliau adalah Abu Abdirrahman Syaikh Abdullah ibn Abdurrahman ibn Shalih ibn Hamd ibn Muhammad ibn Hamd Al-Bassam. Beliau dilahirkan di kota keluarganya, yaitu Unaizah, Qashim tahun 1346 H (1926M). Keluarga Al-Bassam adalah keluarga yang terkenal dalam wawasan umum, kedalaman ilmu agama dan Bahasa Arab, masalah sosial politik yang dikarenakan
Wahai saudara-saudaraku! Agama ini meru-pakan sebuah agama yang agung. Jika ada seseorang yang mendakwahkannya dengan lurus dan benar maka jiwa yang suci pasti akan menerimanya, walau apapun agama yang sedang ia anut atau dari bangsa manapun ia berasal. Dalam kisah ini, penulis kisah yang telah kami pilihkan untuk kalian dari
Kisah ini terjadi pada diri seorang muslim yang berusia lebih dari lima puluh tahun. Ia telah meraih gelar Dokter spesialis di laboratorium. Ia tumbuh se-bagai seorang peneliti medis swasta. Ia mempunyai seorang istri dan anak-anak yang sebagian belajar di Universitas. Antara ia dan istrinya terdapat beberapa problem sebagaimana banyak terjadi
Dia berdiri di depan hakim dan mengingkari bahwa ia telah berhutang sebanyak 500.000 dinar milik ahli waris Syaikh Ibrahim Muhammad. Hakim memintanya untuk bersumpah bahwa Syaikh Ibrahim tidak pernah memberinya hutang sebanyak itu dan pemberian itu bukan hutang. Lalu ia bersumpah kemudian setelah itu hakim menetapkan bahwa ia tidak berhutang.
Olive Robinson datang mengunjungi kerajaan Saudi Arabia dua tahun yang lalu dan bekerja di sana. Adapun keinginan masuk Islam telah terbetik semenjak delapan tahun lalu. Namun baru dapat ia laksanakan tujuh bulan yang lalu. Dari pembicaraan ini akan kita ketahui bagaimana ia memeluk agama Islam dan bagaimana ia dapat menyelesaikan
Konon, pada suatu perkampungan di Syiria ada seorang petani yang sangat percaya diri dengan kekuatan fisiknya yang dikaruniakan Allah Sang Maha Pencipta kepadanya. Suatu malam, petani ini pulang ke rumahnya dengan melintasi jalanan pekuburan sebagai ganti jalan lain yang biasa dilewati para penduduk desa sewaktu pergi pagi dan pulang sore.
PARIS – Seorang ibu (non muslim) memasukkan anaknya dalam sebuah pengajian anak-anak di salah satu masjid di Paris. Masuklah sang anak ke dalam masjid sendirian. Sang imam masjid bertanya: Di mana orangtuamu? Anak: Ibu saya menunggu di seberang jalan sana. Lanjut si anak: Ibu saya ga mungkin masuk karena beliau
Yahya bin Ayyub berkata, “Ada seorang pemuda di Madinah yang amat dikagumi oleh ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Suatu malam, seusai shalat ‘Isya, pemuda ini keluar lalu muncullah di hadapannya seorang wanita yang menyodorkan dirinya sehingga tergoda jugalah hatinya, lalu wanita itu berlalu. Dia mengikuti jalannya dari belakang hingga sampai