Orang-orang Utsmani berasal dari keturunan kabilah Turkmenia. Pada permulaan abad ke-7 H bertepatan dengan abad ke-13 M mereka hidup di Kurdistan. Mereka berprofesi sebagai penggembala. Akibat serangan orang-orang Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan ke Iraq dan wilayah-wilayah timur Asia Kecil, maka pada 617 H (1220 M) Sulaiman, kakek dari
Daulah Abbasiyyah semenjak berdirinya, yaitu pada tahun 132 H, hingga runtuhya, yaitu pada tahun 656 H mengalami dua masa yang berbeda. Masing-masing masa memiliki kekhususan dan kelebihan. Kedua masa ini adalah: 1. Masa ‘Abbasiyyah Pertama: Masa ini menjadi masa keemasaan dan kekuatannya, yaitu dari tahun 132 H – 247 H.
Berdirinya Daulah ‘Abbasiyyah Pada akhir-akhir abad pertama hijriyyah, kalangan Abbasiyyun memulai berpikir dan menentukan langkah-langkah untuk mencapai kursi khilafah dan menghabisi Daulah Umawiyyah. Ketika itu kalangan Abbasiyyun berkumpul di desa Humaimah yang masuk dalam wilayah Palestina. Upaya mereka untuk mencapai kursi khilafah terbantu dengan sejumlah perkara berikut: 1. Keadaan yang
Kota Damaskus Damaskus adalah sebuah kota tua. Kota ini didirikan sebelum kelahiran Nabi lbrahim ‘alaihissalam. Banyak legenda / dongeng tentang pendirian kota ini. Kota ini memiliki banyak sungai dan kebun. Letak kota berada pada tanah yang datar dikelilingi oleh gunung yang tinggi di sebelah Utara dan Baratnya. Kaum muslimin berhasil
Perkembangan yang didapatkan pada masa Bani Umayyah Perkembangan/kemajuan yang hakiki adalah tauhid kepada Allah ‘azza wa jalla (menjadikan-Nya sebagai satu-satunya sesembahan yang berhak diibadahi sedangkan selain-Nya apapun bentuknya tidak boleh diibadahi -pen), mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan penerapan agama yang agung ini di seluruh bidang yang digarap
Fitnah yang mereka munculkan disini adalah berbagai macam pemikiran yang menyimpang yang dikembangkan dan dijadikan sebagai peluang emas oleh musuh-musuh Islam, baik kalangan kaum Sabaiyyah maupun yang lainnya. Dengan itu mereka membesarkan api fitnah dan peperangan di dalam tubuh daulah Islam ini. Kelompok-kelompok yang paling berperan adalah: 1. Syi’ah (Rafidhah)
Setelah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz meninggal, beliau digantikan oleh Yazid bin ‘Abdul Malik. Masa pemerintahannya berlangsung selama empat tahun, dari tahun 101 H sampai tahun 105 H. Beliau memegang khilafah karena wasiat dari saudaranya yaitu Sulaiman Pada masa beliau memerintah, sejumlah gejolak dalam negeri beliau hadapi, yang paling penting adalah
1. Kelahiran, masa pertumbuhan, dan tarbiyah yang beliau dapat. Beliau adalah seorang tabi’in (murid shahabat -pent) yang mulia, bernama ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz bin Marwan bin Al-Hakam bin Abil ‘Ash bin Umayyah. Ibunya adalah Ummu `Ashim Laila binti ‘Ashim bin ‘Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Beliau dijuluki denga Asyaj(19)
Setelah Al Walid bin ‘Abdul Malik meninggal, kekuasaan digantikan oleh saudaranya yaitu Sulaiman bin ‘Abdul Malik. Masa beliau memerintah adalah masa pemerintahan yang singkat namun penuh berkah, yaitu hanya berlangsung selama tiga tahun dari tahun 96 H sampai tahun 99 H. Pada masanya juga jihad untuk menaklukan Konstantinopel dan selainnya