Setelah Al Walid bin ‘Abdul Malik meninggal, kekuasaan digantikan oleh saudaranya yaitu Sulaiman bin ‘Abdul Malik. Masa beliau memerintah adalah masa pemerintahan yang singkat namun penuh berkah, yaitu hanya berlangsung selama tiga tahun dari tahun 96 H sampai tahun 99 H. Pada masanya juga jihad untuk menaklukan Konstantinopel dan selainnya
Beliau adalah Al-Walid bin ‘Abdul Malik bin Marwan, lahir pada tahun 50 H. Diangkat sebagai khalifah setelah ayahnya meninggal pada tahun 86 H. Kehidupan yang beliau alami adalah kehidupan yang cerah bagaikan warna putih di muka Daulah Umawiyyah. Yang demikian dikarenakan berbagai usaha perbaikan yang besar baik di dalam maupun
Pengantar: Bagaimanakah Abdul Malik Mencapai Kursi Kekhalifahan? Yazid bin Mu’awiyah sebelum meninggal, mewasiatkan khilafah untuk anaknya yang bernama Mu’awiyah bin Yazid. Setelah Yazid meninggal, penduduk Syam membaiatnya dalam rangka memenuhi wasiat ayahnya. Pada waktu itu ‘Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu telah dibaiat sebagai khalifah di negeri Hijaz dan kekuasaannya semakin
IA ADALAH Marwan bin Al-Hakam bin Abul Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf Al-Qurasyi Al-Umawi. Panggilannya adalah Abu Abdul Malik atau Abul Hakam atau Abul Qasim. Menurut banyak sejarawan, ia tergolong sahabat, karena dilahirkan empat bulan setelah kelahiran Abdullah bin Az Zubair. Telah kita ketahui bersama bahwa
Pada tahun 64 H, Yazid bin Muawiyah memilih putrnya, Muawiyah II, untuk menjadi khalifah. Akan tetapi Muawiyah II adalah orang saleh yang tidak cakap dalam kepemimpinan. Ia lambat dalam menjalankan roda kekhilfahan dan ia meninggal dunia tiga bulan setelah menjadi khalifah. Sebagian besar pejabat di Syam kemudian sepakat membaiat Abdullah
Biografi Yazid bin Mu’awiyah: Beliau bernama Yazid bin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Shakhr bin Harb bin Umayyah. Pemimpin (amir) kaum mukminin. Kunyahnya adalah Abu Khalid Al-Umawi. Lahir pada tahun 25 H. Dibaiat sebagai khalifah ketika ayahnya masih hidup untuk kemudian memegang urusan pemerintahan sepeninggalnya. Penobatannya sebagai penguasa ditegaskan lagi setelah
BIOGRAFI DAN KEUTAMAANNYA Beliau bernama Mu’awiyah bin Abi Sufyan (Shakhr bin Harb) bin Umayyah bin ‘Abdi Syams bin ‘Abdi Manaf bin Qushai, Abu ‘Abdirrahman Al-Qurasyi Al-Umawi, pamannya kaum mukminin(1). Beliau adalah penulis wahyu Rabb semesta alam. Lahir dua tahun sebelum kenabian -yaitu 15 tahun sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
BERDIRINYA DAULAH UMAWIYYAH DAN KEMBALINYA PERSATUAN KAUM MUSLIMIN PADA TAHUN AL JAMA’AH Penduduk negeri Iraq membaiat Al-Hasan bin Ali, sebagai khalifah pada tahun kematian ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Sementara itu terdengar kabar yang sampai kepada Mu’awiyah bahwa Al-Hasan sedang mempersiapkan pasukan untuk memeranginya. Mu’awiyah mulai berhati-hati dengan melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya
Peristiwa Terbunuhnya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu Amirul Mukminin menghadapi masalah yang berat, kondisi negara saat itu tidak stabil, pasukan beliau di Iraq dan di daerah lainnya membangkang perintah beliau, mereka menarik diri dari pasukan. Kondisi di wilayah Syam juga semakin memburuk. Penduduk Syam tercerai berai ke
ISTRI-ISTRI & PUTRA-PUTRI BELIAU Istri pertama yang dinikahi Ali رضي الله عنه adalah Fathimah binti Rasulullah صلى الله عليه وسلم Ia berkumpul dengannya setelah pulang dari peperangan Badar. Beliau mem-peroleh dua orang putera, al-Hasan dan al-Husain. Ada yang mengatakan putera ketiga beliau bernama Muhasin, namun meninggal dunia saat masih bayi.
Nasab dan Kedudukan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu Nama lengkap beliau, Ali bin Abi Thalib bin Abdi Manaf bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah Abul Hasan dan
* Wasiat Nabi Kepada Utsman bin Affan Agar Tetap Sabar dan Tidak Memenuhi Tuntutan Agar la Turun dari Jabatan 12. Imam Ahmad berkata, “Abul Mughirah telah mengatakan kepada kami dan berkata, al-Walid bin Sulaiman14 telah mengatakan kepada kami dan berkata, Rabi’ah bin Yazid telah mengatakan kepadaku dari Abdullah bin ‘Amir dari an-Nu’man