Penguasa yang adil, Jalalud Daulah Malik Syah bin Alb Arsalan Rahimahullah sangat mencintai keadilan. Suatu hari ketika pergi berburu ia menjumpai seseorang sedang menangis. Raja berkata, “Ada apa denganmu?’ Orang itu berkata, “Tiga orang datang dan mengambil semangkaku. Padahal, semangka itu milikku.” Raja berkata, “Pergilah ke para tentara. Di sana
6. Guru dan Murid-muridnya Guru-Gurunya: Al-Mizzi berkata, “Masruq meriwayatkan dari beberapa orang yang di antaranya; Ubay bin Ka’ab, Khabab bin Al-Art, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab, Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Abdullah bin Mas’ud, Ubaid bin Umair Al-Laitsi, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Umar bin
3. Ibadahnya Dari Ibrahim bin Muhammad bin Al-Muntasyir, dia berkata, “Masruq memasang penutup antara dia dengan anggota keluarganya ketika shalat agar khusyuk dalam shalatnya, meninggalkan mereka dan dunia mereka.”[1] Anas bin Sirin dari isteri Masruq, dia berkata, “Masruq banyak melakukan shalat hingga kedua kakinya membengkak. Seringkali aku duduk di belakangnya
Fitnah yang mereka munculkan disini adalah berbagai macam pemikiran yang menyimpang yang dikembangkan dan dijadikan sebagai peluang emas oleh musuh-musuh Islam, baik kalangan kaum Sabaiyyah maupun yang lainnya. Dengan itu mereka membesarkan api fitnah dan peperangan di dalam tubuh daulah Islam ini. Kelompok-kelompok yang paling berperan adalah: 1. Syi’ah (Rafidhah)
MASRUQ BIN AL-AJDA’ Mempelajari biografi ulama bertujuan mendidik generasi muda Islam sesuai dengan pendidikan yang pernah ditempuh para ulama dan mengikuti jejak mereka, para imam yang terkenal dan mulia. Orang-orang yang terkenal dengan kezuhudan dan kehati-hatiannya, kewara’an dan kesederhanaannya. Mereka yang banyak beribadah dan mempunyai rasa takut yang mendalam kepada
Kelahiran Beliau Ummu Kultsum binti Ali bin Abu Thalib, bani Hasyimiyah saudara kandung Al Hasan dan Al Husain anak-anak dari Fatimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia dilahirkan pada tahun 7 Hijriyah. Dia pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi tidak didapati bahwa beliau pernah meriwayatkan sesuatu dari Rasulullah
Setelah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz meninggal, beliau digantikan oleh Yazid bin ‘Abdul Malik. Masa pemerintahannya berlangsung selama empat tahun, dari tahun 101 H sampai tahun 105 H. Beliau memegang khilafah karena wasiat dari saudaranya yaitu Sulaiman Pada masa beliau memerintah, sejumlah gejolak dalam negeri beliau hadapi, yang paling penting adalah
1. Kelahiran, masa pertumbuhan, dan tarbiyah yang beliau dapat. Beliau adalah seorang tabi’in (murid shahabat -pent) yang mulia, bernama ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz bin Marwan bin Al-Hakam bin Abil ‘Ash bin Umayyah. Ibunya adalah Ummu `Ashim Laila binti ‘Ashim bin ‘Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Beliau dijuluki denga Asyaj(19)
Oleh : Syaikh Mamduh Farhan al-Bukhairi. Kejadian ini terjadi pada masa Al-Walid bin Abdul Malik, saat dihadirkan dimajelisnya seorang laki-laki dari khawarij yang diancam dengan hukuman mati. Al-Walid melihat kepadanya dan menanyainya dengan sekumpulan pertanyaan yang telah dia siapkan untuk membunuhnya, dan dia tidak mungkin selamat darinya. “Apa yang kamu
Datang riwayat yang mengatakan bahwa Abu Ja’far Al-Manshur memanggil Thawus -seorang ulama di zamannya- dan bersamanya ada Malik bin Anas -semoga Allah merahmati keduanya-. Setelah keduanya di hadapan Al-Manshur, Al-Manshur menundukkan wajahnya sesaat, kemudian menoleh ke arah Thawus dan berkata kepadanya, “Wahai Thawus kabarkanlah kepadaku sesuatu dari bapakmu (Ibnu Kaisan
Setelah Al Walid bin ‘Abdul Malik meninggal, kekuasaan digantikan oleh saudaranya yaitu Sulaiman bin ‘Abdul Malik. Masa beliau memerintah adalah masa pemerintahan yang singkat namun penuh berkah, yaitu hanya berlangsung selama tiga tahun dari tahun 96 H sampai tahun 99 H. Pada masanya juga jihad untuk menaklukan Konstantinopel dan selainnya
Hisyam bin Abdul Malik datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah masuk Makkah dia berkata, “Datangkan kehadapanku seorang shahabat Nabi.” Dikatakan kepadanya, “Wahai Amirul Mukminin, mereka telah tiada.” Dia berkata, “(Jika demikian), seorang dari tabi’in.” Maka dihadirkanlah Thawus AI-Yamani seorang ulama yang mulia -semoga Allah merahmatinya-. Tatkala dia menemui