Kisah-kisah orang-orang yang mengalami su’ul khatimah banyak didengar dan disaksikan langsung oleh orang-orang shaleh. Hal yang demikian itu menjadikan rasa takut mereka semakin bertambah, juga mereka semakin mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat mereka. Salah satu kejadian adalah yang pernah diceritakan oleh lbnu Rajab dari Abdul Aziz bin Abi Rawwad: “Aku
Suatu ketika paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Tholib, menjumpai detik-detik menjelang kematiannya. Bersamanya adalah pembesar kafir Quraisy bernama Abu Jahal dan Abdullah Ibnu Abi Umayyah. Kemudian, datang keponakannya yang sangat menginginkannya bisa masuk ke dalam agama Islam , yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
Muhammad bin Basyar Al-Makki rahimahullah bercerita : “Pada suatu hari kami pernah bersama Ali bin Al-Fudhail, kami melewati sebuah halaqah al-Quran yang gurunya sedang membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “(Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang – orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka
Seorang gadis berjalan melintasi pusat perbelanjaan Faishaliyah. la adalah seorang gadis yang sengaja membuka abayanya dan mengenakan yang tidak sepenuhnya menutup aurat untuk berjalan-jalan di Faishaliyah. la berpapasan dengan seorang pemuda shaleh yang kemudian menasehatinya: “Andai saja Malaikat maut datang kepadamu, apa yang akan engkau lakukan?” Dengan penuh keberanian, gadis
Simak kisah berikut, dan ambillah pelajaran dari nya. Salah seorang pekerja pemantau lalu lintas bercerita : “Tiba – tiba kami mendengar suara tabrakan yang kuat, ternyata sebuah mobil yang menabrak mobil yang lain nya. Ini merupakan sebuah kecelakaan yang sulit untuk digambarkan, karena ada dua orang dalam keadaan sangat parah.
Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadzah Hari itu aku pergi ke sebuah klinik. Setelah mengambil nomor antrian, aku pun duduk menunggu giliranku. Sekonyong-konyong masuklah seorang gadis cantik. Sayang sekali, dia tidak mengenakan jilbab. Sebaliknya, berdandan menor. Gadis itu pun mengambil nomor, lalu duduk tidak jauh dariku. Entah mengapa, ada sebuah
Seorang Syeikh hafizhullah pernah bercerita:Seseorang memperlihatkan sebuah foto kepadaku. Ketika aku melihat foto itu, ternyata itu adalah foto seorang wanita yang penuh dandanan, putih dan cantik. Berpakaian tapi telanjang. Maka aku menghardik orang itu dan mengatakan: “Takutlah kepada Allah!! Mengapa engkau perlihatkan gambar ini kepadaku?! Apakah engkau tidak takut kepada
Ibnu Abi Hatim pernah mendengar ayahnya menceritakan bahwa pernah datang utusan dari Bani Hanifah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka sekitar 10 orang, lalu mereka masuk Islam. Di antara mereka adalah Rijal bin ‘Anfawah. Namun akhirnya ia murtad dan meninggal dalam keadaan kafir. Al-Waqidi juga menceritakan dari Rafi’ bin
Diceritakan bahwa ada dua orang laki-laki bersaudara, yang satu adalah seorang yang ahli ibadah, sedangkan yang satunya lagi selalu menyia-nyiakan dirinya (berbuat maksiat). Suatu ketika tersirat dalam pikiran ahli ibadah itu untuk memanjakan dirinya dan menuruti syahwatnya, karena selama ini ia menghabiskan hidupnya hanya dengan beribadah saja. Setelah itu ia
Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki muslim yang disandera. Dia menjadi pelayan dua orang pendeta, dan dia adalah seorang hafizh (hafal AI-Quran). Apabila ia sedang membaca Al-Quran, dua orang pendeta itu bergetar hatinya dan menangis, sehingga akhirnya keduanya masuk Islam. Namun orang muslim tali justru rnasuk agama Nashrani. Dikatakan kepadanya, “Kembalilah
1. Kematian Abu Hanifah Rahimahullah Imam Abu Hanifah menjelang wafatnya berkata : ” Sayangilah aku, sebab aku menderita di tengah-tangah ahli dunia, kuobati diriku wahai …..Dzat Yang Maha Penyayang “. 2. Kematian Imam Malik Rahimahullah Isma’il Bin Abi Uwais berkata : ” Ketika Malik sakit maka aku bertanya pada sebagian
Diriwayatkan dari Muhammad bin Muslim bin Waarah. ia menceritakan, “Aku bermimpi melihat Abu Zur’ah. Aku tanyakan kepadanya, “Bagaimana keadaanmu, wahai Abu Zur’ah?” Ia menjawab, “Aku memuji Allah atas segenap keadaanku. Aku sudah sampai lalu berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia berfirman, “Wahai ‘Ubaidillah, mengapa engkau terlalu banyak berbicara