Kisah Kematian

Saat-Saat Terakhir Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i & Imam Ahmad Rahimahumullah Sebelum Wafat

1. Kematian Abu Hanifah Rahimahullah

Imam Abu Hanifah menjelang wafatnya berkata : ” Sayangilah aku, sebab aku menderita di tengah-tangah ahli dunia, kuobati diriku wahai …..Dzat Yang Maha Penyayang “.

2. Kematian Imam Malik Rahimahullah

Isma’il Bin Abi Uwais berkata : ” Ketika Malik sakit maka aku bertanya pada sebagian keluarganya tentang apa yang diucapkannya menjelang wafat,mereka menjawab : ” Beliau bersyahadat,lalu berucap : ” Segala urusan hanya milik Allah,sebelum dan sesudahnya “. kemudian beliau wafat.

3. Kematian Imam Syafi’i Rahimahullah

Imam Al-Muzani sahabat Imam Asy Syafi’i berkata : “Saya menjenguk Imam Asy Syafi’i saat beliau sakit yang menjelang wafatnya, kemudian saya bertanya kepadanya: ”Wahai Abu Abdillah,bagaimana keadaanmu?”, beliau mengangkat kepalanya, lantas berkata: “Aku akan pergi dari dunia, berpisah dengan sahabat-sahabatku dan bertemu dengan kejelekan amalku, kemudian aku akan menghadap Allah, aku tidak tahu apakah ruh ku akan menuju surga lalu kuucapkan kata selamat padanya, ataukah keneraka lalu aku menolaknya”, selanjutnya beliau menangis.

4. Kematian Imam Ahmad Rahimahullah

Syaiton melakukan penampakan di hadapan Imam Ahmad menjelang wafatnya.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah putra Ahmad bin Hanbal, ia berkata: “Menjelang wafat ayahku, aku duduk di sisinya, aku membawa kain lap untuk kupakai mengelap wajahnya yang berkeringat, beliau pingsan, kemudian membuka kedua matanya perlahan dan berkata: ” Tidak, sampai nanti “, beliau lakukan ini dua kali, dan pada kali yang ketiga, kuberanikan diri dan bertanya kepadanya: “Ayah, ada apa ini, ucapanmu menjadi tidak jelas, saat ini engkau nampak berkeringat sampai kami mengira engkau ulangi kata-kata ‘ tidak, tidak sampai nanti ‘.

Beliau bertanya padaku: “Anakku, kamu tidak tahu?” kujawab :” Tidak”, kemudian kata beliau: ” Iblis la’natullah berdiri disampingku, mengarahkan kuku-kukunya padaku dan berkata:” Hai Ahmad ikuti aku” kukatakan padanya :” Tidak sampai nanti aku mati”

Sumber: Buku Pemandangan Sekarat, Penerbit Pustaka Al Adwa
Share:

Leave a reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia