Diriwayatkan bahwa Abu Ad-Darda’ radhiyallaahu ‘anhu pernah melewati seorang laki-laki yang melakukan dosa sementara orang-orang mencelanya, maka beliau berkata, “Seandainya orang itu ada di bibir sumur, apakah kalian menyelamatkannya sehingga tidak terjatuh ke dalamnya?”
Mereka menjawab, “Ya.”
Dia berkata, “Maka jangan mencaci saudara kalian, pujilah Allah yang telah membersihkan kalian dari dosa yang dia lakukan.”
Mereka bertanya, “Kita membencinya?”
Beliau menjawab, “Aku hanya membenci perbuatannya, bila dia meninggalkannya, maka dia adalah saudaraku.”
Sebagian salaf berkata, “Janganlah beramar ma’ruf kecuali orang yang lembut dalam apa yang dia perintahkan dan lembut dalam apa yang dilarangnya, santun dalam apa yang dia perintahkan dan santun dalam apa yang dia larang, mengerti dalam apa yang dia perintahkan dan mengerti dalam apa yang dia larang.”
Sumber: Mukhtashar Minhajul Qashidin , tahqiq Asy-Syaikh Zuhair Asy-Syawisy (terjemah), Darul Haq, hal.234-235. via status Abu ‘Abdillah Huda
Artikel: www.KisahIslam.net
Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam
=






