Malik meriwayatkan, “Telah sampai kepada kami bahwa Sulaiman ‘alaihissalam menasihati putranya, “Wahai putraku, berjalanlah di belakang singa dan ular namun janganlah kamu berjalan di belakang wanita.” [Kitab Az Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal, Hal.70] Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
SEORANG psikiater—sayangnya non-muslim—melakukan penelitian selama tiga tahun terhadap sejumlah penderita sakit jiwa. Di antara mereka ada yang non-muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Dengan melatih mereka mengucapkan kata “Allah” dengan jelas, ternyata terapi ini membuahkan hasil yang menakjubkan bagi para penderita.Terlebih, bagi mereka yang mengalami kondisi traumatis seperti kesedihan, introvet,
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah telah membenarkan pernyataan Ahmad dalam hal ini, karena dia adalah imam as-Sunnah pada zamannya. Sementara musuhnya, Ahmad bin Abi Du’ad, seorang qadhi qudhat (kepala para hakim), tidak ada seorang pun yang “merayakan” kematiannya dan tidak pula menghiraukannya. Tatkala dia mati, tidak ada yang mengiringi
Di sebutkan dalam kitab “Tahdzibul Kamal” karangan al-Mizzi jilid yang ke 7/481 sebuah kisah ketika penulis sedang menjelaskan biografi ahli ibadah, orang yang zuhud ahli fikih Haiwah bin Suraih bin Shofwan at-Tajiibi Abu Zur’ah al-Mishri rahimahullah, berikut nukilannya: Berkata Ahmad bin Sahl al-Urduni bahwasanya beliau mendengar dari Khalid bin al-Fizri
“AL-MAUT” Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian Ia tidak memiliki teman Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya Kita tidak akan bisa berlari, ataupun bersembunyi darinya Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh Ia tidak memilki waktu
Diriwayatkan bahwa Abu Ad-Darda’ radhiyallaahu ‘anhu pernah melewati seorang laki-laki yang melakukan dosa sementara orang-orang mencelanya, maka beliau berkata, “Seandainya orang itu ada di bibir sumur, apakah kalian menyelamatkannya sehingga tidak terjatuh ke dalamnya?” Mereka menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Maka jangan mencaci saudara kalian, pujilah Allah yang telah membersihkan kalian
Di sebutkan dalam kitab “Siyar A’lamu Nubala” karangan Imam adz-Dzahabi pada jilid yang ke 15/507 sebuah kisah manakala beliau sedang menjelaskan biografi Imam ahli zuhud di negeri andalus (sekarang spanyol) Abu Wahb rahimahullah ta’ala. Kisah ini di riwayatkan dari Abu Ja’far bin Aunillah, di mana beliau mengatakan: “Saya pernah mendengar
Di sebutkan dalam kitab “Iqtidho’ul Ilmi al-Amal” karangan al-Hafidhz Khatib al-Baghdadi hal 114, sebuah kisah yang di riwayatkan dari Yusuf bin Asbaath di mana beliau berkata, “Muhammad bin Samuroh as-Saaih pernah menulis surat kepada saya, berikut isi suratnya: “Saudaraku, hati-hatilah dirimu dari senang menunda-nunda perkara yang bisa kamu kerjakan yang
Mutiara ini di ambil dari kitab “Ihya Ulumudin” karangan Imam Abu Hamid al-Ghozali pada jilid yang ke 3/36, di mana beliau pernah bertutur: “Sesungguhnya manusia yang paling wara‘, paling takwa dan paling berilmu di antara mereka adalah orang yang tidak pernah melihat pada orang lain dalam satu pandangan, namun dia
Di sebutkan dalam kitab “Thobaqoot as-Syafi’iyah” karangan Imam as-Subki rahimahullah jilid yang ke 2/99, perkataanya Imam Syafi’i, berikut nukilannya: Imam Syafi’i pernah berkata: “Siapa yang mempelajari al-Qur’an maka kedudukanya akan tinggi, siapa yang mempunyai perhatian terhadap fikih maka dirinya akan menjadi mulia, dan siapa yang mau menghafal hadits maka dia