Al-Mu’allimi menceritakan: Perhatian dan kegiatan para imam kala itu berkisar pada satu dari beberapa ayat. Diantara kegiatan itu adalah: Al-‘Iraqi dalam Syarh Muqaddimah Ibni Ash-Shalah mengatakan: Kami mendapat cerita dari Mu’ammal, bahwasanya dia berkata, “Seorang Syaikh membacakan hadits ini kepadaku -yakni hadits mengenai keutamaan Al-Qur’an, surat per surat-, lalu aku
Dahulu Syaikh Muhammad –rahimahullah- menulis Kitab At Tauhid. Beliau mensyarahnya untuk murid-muridnya dan mengulang-ulang pembahasan-pembahasannya kepada mereka. para muridnya kemudian berkata kepadanya, “Wahai Syaikh, kami ingin engkau merubah pelajaran ini dengan pelajaran yang lain, seperti kisah, sirah dan sejarah.” Syaikh berkata, “Kita akan pertimbangan hal itu insya Allah.” Esok harinya
Ketika Dauroh bersama Asy Syaikh Al ‘Ushomy hafidzohulloh (ketika itu pelajaran Nukhbatul Fikar), beliau menceritakan seorang Hakim di Buraidah bernama Syaikh ‘Abdulloh ibn Humaid. Suatu hari seorang laki2 datang kepadanya yang mempunyai masalah tentang kepemilikan tanah. Dia membawa surat keterangan dari hakim sebelumnya yaitu Syaikh ‘Umar ibn Salim. Diperlihatkanlah kepadanya
Syaikh Al-Arify pernah bercerita dalam kajian di channel Al-Khalijiyyah, berjudul Al-Jahlu bi Ad-Diin (kebodohan akan perkara agama). Suatu hari beliau diundang ceramah di suatu kampus di Timur Tengah. Beliau pun menjawabnya dan datang di waktu yang tepatnya ditentukan. Ternyata, kelakuan para hadirin, yaitu para mahasiswa kampus tersebut, mengecewakan beliau. Tersebab
Suatu saat, Ismail bin Umayyah meriwayatkan sebuah hadits dari seorang Badui, lalu dia pun kembali mengecek ulang kekuatan hafalan orang badui tersebut, maka si badui mengatakan, “Wahai anak saudaraku, apakah engkau meragukan hafalan saya?! Saya telah berhaji sebanyak enam puluh atau tujuh puluh kali. Setiap haji yang saya tunaikan, saya
Syeikh Ibnu Baz pernah menceritakan suatu hal yang menarik yang terjadi ketika beliau muda dan di awal-awal menuntut ilmu agama. Beliau sendiri menuturkan hal ini, “Ada sebuah kejadian yang pernah ku alami sendiri. Sampai hari ini (ketika syaikh masih hidup) aku masih terkesan dengan kejadian tersebut. Kejadian ini terjadi ketika
Ibnu ‘Addi menceritakan bahwa dia melihat majelis al-Firyabi yang diperkirakan terdapat lima belas ribu tinta di sana. Orang-orang yang ikut mengaji di majelis ini harus menginap di tempat yang akan didudukinya untuk mengaji keesokan harinya. [Ibnu ‘Addi, al-Kamil (I/234] Artikel: www.kisahislam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Berkata ‘Ali bin Al Mikri : “Suatu saat saya ketika berada di Masjid Imam Ahmad bin Hanbal, Al Mutawakkil (khalifah) mengutus seorang temannya ke Imam Ahmad, ia beritahukan bahwa ia memiliki seorang anak gadis yang kesurupan, dan meminta agar Imam Ahmad mendoakannya agar sembuh, maka Imam Ahmad mengeluarkan sandal jepit
Imam Abu Hatim Ar-Razi Rahimahullah berkata : “Saya tinggal di Bashrah selama delapan bulan pada tahun 241 H. Didalam hati saya ingin tinggal selama setahun (aga bisa berlajar ilmu lagi), tetapi saya kehabisan nafkah. Maka saya menjual pakaian – pakaian saya sedikit demi sedikit, sampai saya betul – betul tidak
Syu’bah bin Hajjaj Rahimahullah datang menemui Khalid al-Hadza’ Rahimahullah. Lalu Syu’bah bin Hajjaj berkata : “Wahai Abu Munazil (Khalid al-Hadza’), engkau memiliki hadits tentang ini dan ini, tolong ajari aku.” Khalid ketika itu sedang sakit dan dia berkata : “Saya sedang sakit.” Syu’bah bin Hajjaj berkata : “Hanya satu hadits
As-Sam’ani menceritakan bahwa Imam al-Baihaqi pernah tertimpa penyakit di tangannya, sehingga jari-jemarinya dipotong semua, hanya tinggal pergelanggan tangan saja. Sekali pun demikian, beliau tidak berhenti dari menulis, beliau mengambil pena dengan pergelangan tangannya dan meletakkan kertas di tanah seraya memeganginya dengan kakinya, lalu menulis denga tulis yang indah dan jelas.
Al-Hafizh Shalih Jazarah berkata, “Aku mendengar Hisyam bin Ammar berkata, ‘Aku menemui Malik bin Anas. Kepadanya kukatakan, ‘Berilah aku hadits.’ Malik berkata, ‘Bacalah!’ Aku bilang, ‘Tidak! Berilah aku hadits.’ Ia berkata, ‘Bacalah!’ Karena berulang kali aku memintanya bicara, ia berkata, ‘Wahai pemuda, kemarilah. Bawa orang ini dan pukullah ia sebanyak