Kekuatan Hafalan Yang Langka

Suatu saat, Ismail bin Umayyah meriwayatkan sebuah hadits dari seorang Badui, lalu dia pun kembali mengecek ulang kekuatan hafalan orang badui tersebut, maka si badui mengatakan, “Wahai anak saudaraku, apakah engkau meragukan hafalan saya?! Saya telah berhaji sebanyak enam puluh atau tujuh puluh kali. Setiap haji yang saya tunaikan, saya pasti ingat unta mana yang saya kendarai saat itu?!”

(al-Musnad oleh al-Humaidi no. 995, Sunan Abu Dawud no. 887, Musnad Ahmad 2/437, ‘Amalul Yaumi wal Lailah Ibnu Sunni no. 436)

Di antara faedah kisah ini adalah sering menunaikan haji adalah suatu hal yang bagus dan dianjurkan. Banyak sekali para ulama salaf yang sering melakukan ibadah haji, seperti Atha’ beliau berhaji tujuh puluh kali, Ali bin Muwaffaq enam puluh kali, Thawus empat puluh kali, dan sebagainya. (Lihat Hakadza Hajja ash-Shalihun wash Shalihat hlm. 23-27 oleh Dr. Ali bin Abdillah ash-Shayyah).

Sumber: Majalah al Furqon, Edisi 6 Tahun Keduabelas, Muharram 1434, Hal.53, Oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Artikel: www.KisahIslam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Comments
All comments.
Comments