Pembebasan Persia dan Irak Kerajaan Persia sudah sejak dulu merupakan sebuah kerajaan yang kuat dan memiliki wilayah yang sangat luas. Luas wilayahnya membentang dari timur negeri Syam di sisi barat, hingga negeri Afganistan di sebelah timur, dari laut Khazar (Qazwin) di sisi utara, sampai negeri As-Sind di sebelah selatan. Meliputi
Telah diketahui bahwasanya Mesir, Syam, Afrika Utara adalah daerahdaerah yang berada di bawah penguasaan kekaisaran Roma, Bizantium. Tampuk kekuasaan dalam kekaisaran adalah seorang Kaisar yang telah menjadikan Konstantinopel sebagai ibu kota negaranya. Kaisar memiliki hak untuk mengambil keputusan. Untuk itu, dia dibantu oleh beberapa orang tim ahli dan para penasehat[1].
Sudah sejak dahulu kala, negeri Persia adalah sebuah kerajaan yang kuat dan telah melewati fase peradaban yang berbeda-beda. Di antara masa-masa tersebut terdapat masa yang menarik perhatian kita, yaitu masa-masa akhir kerajaan tersebut dimana terdapat persinggungan dengan Islam melalu penaklukan dan jihad. Agama yang dipeluk hampir seluruh masyarakat Persia dan
~ Persiapan Pasukan Menuju Khoibar!! Jumlah Pasukan Muslimin Yang Turut Serta Ketika orang-orang munafiq dan orang-orang yang lemah imannya tidak turut serta pada kejadian (‘umroh) Hudaibiyyah (yang berakhir dengan perjanjian Hudaibiyyah), Allah ta’aalaa menerangkan perihal mereka kepada NabiNya dalam firmanNya, سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انطَلَقْتُمْ إِلَى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ يُرِيدُونَ
Ekspedisi ini merupakan pasukan Islam pertama yang melakukan penaklukan di luar negeri Arab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum meninggal dunia telah mempersiapkan pasukan ini di bawah kepemimpinan Usamah bin Zaid. Pasukan ini ditujukan untuk menaklukan daerah-daerah ujung Syam. Namun, banyak orang meragukan kepemimpinan Usamah bin Zaid. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi
Ketika perang berkecamuk, dan kaum Muslimin berperang dengan gagah berani. Padahal jumlah mereka sangat kecil dibanding musuh (kafir Quraisy). Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam membawa serta para Shahabatnya berjumlah 300 orang, sedangkan kafir quraisy membawa pasukannya 1000 orang. Kaum Muslimin berperang mengharapkan keridhoan Allah dan kecintaanNya. Sedangkan kafir quraisy
Pertempuran Hittin adalah suatu pertempuran yang terjadi pada bulan Ramadan tahun 584 H/1187 M, antara pasukan Muslim dibawah pimpinan Salahuddin Ayyubi dan Tentara Salib dari Kerajaan Yerusalem. Pertempuran ini dimenangkan oleh pihak Muslim, dan adalah salah satu pertempuran terpenting dalam Perang Salib. Sebagian besar kekuatan tentara salib di tanah suci
Perang Uhud tiba, ‘Abdullah bin Jahsy dan kawannya Sa’ad bin Abi Waqqosh dalam perang ini mempunyai cerita yang tidakterlupakan. Biarkan kesempatan ini kita berikan kepada Sa’ad, biar beliau sendiri yang menyampaikan ceritanya dan cerita kawannya. Sa’ad bin Abi Waqqosh berkata, “Di perang Uhud, aku bertemu dengan ‘Abdullah bin Jahsy, dia
Al ‘Auzai berkata: “Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah keluar di tengah kegelapan malam, lalu dilihat oleh Thalhah. Umar memasuki sebuah rumah lalu masuk ke rumah lainnya. Pada keesokan harinya Thalhah pergi kerumah itu, ternyata didalamnya terdapat seorang nenek yang buta dan lumpuh. Ia bertanya, “Mengapa orang itu datang kepadamu?”
Dari Abu Darda’ radhiyallahu anh, ia bercerita, “Ketika aku sedang duduk-duduk bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tampak Abu Bakar datang sambil mengangkat bagian bawah pakaiannya hingga lututnya kelihatan. Melihat hal itu, Nabi berkomentar, “Temanmu ini (yaitu Abu Bakar) habis bertengkar.” Tidak lama kemudian, Abu Bakar mengucapkan salam dan berkata,
Dari Shalih bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf, dari ayahnya (yakni Ibrahim) dari kakeknya (yakni Abdurrahman) yang berkata : “Tatkala aku berdiri dibarisan Perang Badar, aku memperhatikan kanan kiriku. Tiba – tiba aku mendapati dua anak muda dari sahabat Anshar. Saat itu aku berharap (dikanan dan kiriku) lebih kuat daripada
Dia adalah seorang sahabat yang syahid dimedan perang, dan membuat Allah Subhanahu wa ta’ala tersenyum kepadanya. Masih ingatkah kisah syahid nya sahabat yang mulia, Al-Umair bin Al-Hamam Radhiyallahu’anhu, yang dia bertanya apakah surga seluas langit dan bumi kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam? Setelah Al-Umair bin Al-Hamam, mendapatkan jawaban yang memuaskan