Al Mazini bercerita: Aku menemui Imam asy Syafi’i rahimahullah saat ia sakit menjelang kematiannya. Aku bertanya, ”Bagaimana keadaanmu?” Ia menjawab, ”Aku akan meninggalkan dunia, berpisah dengan saudara-saudaraku, meneguk gelas kematian, berjumpa dengan buruknya amal, dan kembali kepada Allah. Aku tidak tahu apakah ruhku akan kembali ke surga sehingga layak kuberi
Di sebutkan dalam kitab “Tahdzibul Kamal” karangan al-Mizzi jilid yang ke 7/481 sebuah kisah ketika penulis sedang menjelaskan biografi ahli ibadah, orang yang zuhud ahli fikih Haiwah bin Suraih bin Shofwan at-Tajiibi Abu Zur’ah al-Mishri rahimahullah, berikut nukilannya: Berkata Ahmad bin Sahl al-Urduni bahwasanya beliau mendengar dari Khalid bin al-Fizri
Fitnah perempuan atas laki2, itu yang sering kita dengar. Fitnah laki2 atas perempuan juga tidak kalah hebatnya. Fitnah kecantikan perempuan, begitu pula fitnah ketampanaan laki-laki. Syaikh Hamid Akram Al-Bukhori hafidzahullah bercerita tentang hal itu pada waktu qiraah Shahih Imam Muslim. Syaikh Abdullah al-Muthlaq hafidzahullah salah seorang ulama besar saudi ditelepon
Saya teringat kejadian dalam pesawat ketika bertolak dari Inggris, bersama seorang Syaikh yang sering mengisi di sebuah stasiun televisi (Saudi). Selama perjalanan kami duduk bersama di pesawat. Di sebelah kami duduk seorang pria warga negara Inggris, di sebelahnya lagi duduk seorang wanita, yang juga warga negara Inggris. Cara berpakaiannya seronok,
Abu Mahfudz Ma’ruf al Karkhi telah mendapat kemulian dari Allah subhanahu wa ta’ala sejak masa kecil. Saudaranya, Isa, bercerita: Aku dan saudaraku, Ma’ruf, berada di sekolah. Saat itu kami masih beragama Nasrani. Guru kami mengajarkan murid-murid untuk menyebut Tuhan Bapak dan Tuhan Anak, namun saudaraku, Ma’ruf malah berteriak,“Ahad, Ahad (Esa,
Dikisahkan bahwa ada seorang pemuda yang berkata kepada bapaknya, ‘Saya ingin menikahi seorang gadis yang pernah saya lihat. Dan sungguh kecantikan dan sihir matanya telah membuatku takjub.’ Maka sang ayahpun membalasnya dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan, seraya dia berkata, ‘Dimanakah gadits tersebut, agar aku bisa melamarkannya untukmu wahai putraku?’ Maka
“AL-MAUT” Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian Ia tidak memiliki teman Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya Kita tidak akan bisa berlari, ataupun bersembunyi darinya Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh Ia tidak memilki waktu
Diriwayatkan bahwa Abu Ad-Darda’ radhiyallaahu ‘anhu pernah melewati seorang laki-laki yang melakukan dosa sementara orang-orang mencelanya, maka beliau berkata, “Seandainya orang itu ada di bibir sumur, apakah kalian menyelamatkannya sehingga tidak terjatuh ke dalamnya?” Mereka menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Maka jangan mencaci saudara kalian, pujilah Allah yang telah membersihkan kalian
Dalam pertemuan saya yang terakhir dengan Asy-Syaikh Al-Albani, saya menceritakan mimpi saudara saya. Dalam mimpi itu, saudara saya bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka saudara saya itu bertanya, “Jika saya menemukan kesulitan dalam pelajaran hadits, kepada siapa saya harus bertanya?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Bertanyalah kepada Muhammad
Di sebutkan dalam kitab “Siyar A’lamu Nubala” karangan Imam adz-Dzahabi pada jilid yang ke 15/507 sebuah kisah manakala beliau sedang menjelaskan biografi Imam ahli zuhud di negeri andalus (sekarang spanyol) Abu Wahb rahimahullah ta’ala. Kisah ini di riwayatkan dari Abu Ja’far bin Aunillah, di mana beliau mengatakan: “Saya pernah mendengar
Di sebutkan dalam kitab “Iqtidho’ul Ilmi al-Amal” karangan al-Hafidhz Khatib al-Baghdadi hal 114, sebuah kisah yang di riwayatkan dari Yusuf bin Asbaath di mana beliau berkata, “Muhammad bin Samuroh as-Saaih pernah menulis surat kepada saya, berikut isi suratnya: “Saudaraku, hati-hatilah dirimu dari senang menunda-nunda perkara yang bisa kamu kerjakan yang
Mutiara ini di ambil dari kitab “Ihya Ulumudin” karangan Imam Abu Hamid al-Ghozali pada jilid yang ke 3/36, di mana beliau pernah bertutur: “Sesungguhnya manusia yang paling wara‘, paling takwa dan paling berilmu di antara mereka adalah orang yang tidak pernah melihat pada orang lain dalam satu pandangan, namun dia