Di jelaskan dalam kitab “Zuhud” karangan Abdullah bin Mubarak rahimahullah hal 491. Dari Umar bin Khattab radiyallahu anhu bahwasanya beliau pernah berkata: “Jangan coba-coba engkau menjerumuskan dirimu ke dalam perkara yang tidak ada gunanya, menyingkirlah dari musuhmu, ketika meminta bantuan untuk menjaga barangmu maka pilihlah orang yang bisa di percaya,
Kisah ini di nukil dari kitab “Tarikhul Khulafaa” yang di karang oleh Imam Jalaludin as-Suyuthi rahimahullah pada hal 320, ketika beliau sedang menjelaskan biografi Khalifah al-Abaasiyah Abu Abaas Abdullah al-Ma’mun bin Harun ar-Rasyid rahimahumullah. Dan kisah ini diriwayatkan dari Ibrahim bin Sa’id al-Jauhari, beliau berkata: “Di hadapan al-Ma’mun ada seorang
Al-Jahizh, seorang penulis, ahli sastra Arab terkenal adalah seorang yang buruk rupa, tetapi dia sombong meskipun tentang fisiknya. Al-Jahizh pernah bercerita mengenai dirinya sendiri. Dia berkata, “Saya pernah berdiri di depan pintu rumahku, lalu ada seorang perempuan yang menghampiriku.” Perempuan tersebut berkata, “Saya butuh kepadamu. Saya ingin engkau ikut bersamaku
Akhlak para ulama: Suatu waktu aku diminta untuk membuatkan syair untuk disampaikan di depan Syaikh Ibnu Baz yang berisi pujian untuknya, setelah selesai aku sampaikan kepada Syaikh Ibnu Baz. Syaikh kemudian bertanya mengenai maknanya, kusampaikan bahwa maknanya adalah pujian untuknya. Maka beliau berkata, “Kita lebih butuh didoakan daripada dipuji” @Dr_Alsadhan
Al-Aqra’ bin Habis (salah satu amir di negeri Islam) menghadap Amirul Mukminin, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Ternyata dia mendapati Umar radhiyallahu ‘anhu sedang bermain dengan anak-anaknya. Anak-anaknya bergantungan di lengannya dan di atas punggungnya. Lantas al-Aqra bertanya, “Apa-apaan ini, wahai Amirul Mukminin? Apakah memang seperti ini yang Anda lakukan
Diantara anugerah Allahu ta’ala yang wajib disyukuri oleh setiap muslim adalah tersebarnya dakwah yang haq, dakwah salafiyyah, diseluruh penjuru dunia dengan begitu pesat pada dekade terakhir ini. Tatkala Dakwah salafiyyah diemban oleh para da’i yang berilmu, memiliki hikmah dan memiliki sikap santun, mereka melaksanakan manhaj Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dan
Abdullah bin Muslim Al-Ajali menceritakan bahwa di Makkah ada seorang perempuan cantik jelita. Ia sudah bersuami. Suatu hari, perempuan itu melihat parasnya di cermin, lalu berkata pada sang suami, “Menurutmu, ada tidak seseorang yang jika melihat wajah ini tidak terpesona?” Suaminya menjawab, “Ada.” Ia bertanya lagi, “Siapa?” Suaminya menjawab, “Ubaid
Ada seorang pria yang sedang berjalan di padang pasir, tiba – tiba dia mendengar suara dari langit yang mengatakan : “Airilah kebun si Fulan.” Kemudian dia lihat ada awan yang berjalan menuju tempat tertentu lalu awan itu menumpahkan airnya (air hujan) disebuah area tanah yang penuh dengan batu hitam. Disana
Suatu saat, Hasan bin Ziyad al-Lu’lu’i rahimahullah pernah ditanya tentang suatu masalah, ternyata beliau salah memberikan fatwa. Beliau ingin meralatnya tetapi tidak mengenal si penanya. Maka beliau menyewa seseorang untuk mengumumkan kepada manusia: “Hasan bin Ziyad pernah ditanya hari ini tentang masalah ini dan dia keliru dalam fatwanya. Barangsiapa yang
Dalam biografi Abul Hasan al-Wa’idz yang dikenal dengan “al-Mishri” disebutkan bahwa beliau memiliki majelis ta’lim untuk memberikan nasihat. Hadir dalam majelisnya terse-but kaum prig dan wanita, sehingga dia pun mengenakan cadar untuk menutupi wajahnya karena khawatir wanita terfitnah oleh keelokan wajahnya. (Tarikh Baghdad 12/75-76 oleh al Khathib al-Baghdadi) Namun, perbuatan
Abu Utsman al Hiri (289H) adalah seorang ulama Naisabur yang shalih. Suatu saat beliau ditanya,”Wahai Abu Utsman amalan apa yang engkau harapkan bisa sebagai bekal menghadap Allah dari apa yang telah engkau lakukan?” Abu Utsman pun berkisah,”Waktu aku tinggal di Ar Rai, para penduduknya mendesakku agar menikah, namun aku menolaknya.
Dr. Muhammad Hasan menceritakan perbincangannya dengan dengan seorang pemuda yang keras (dalam ber-Islam): Dr. Muhammad Hasan bertanya kepada pemuda itu, “Apakah meledakkan Klub malam di suatu negara muslim halal ataukah haram?”. Pemuda itu menjawab, “Tentu saja halal, dan membunuh mereka pun diperbolehkan”. Dr. Muhammad Hasan bertanya kembali, “Kalau kamu membunuh