Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya pada saat perang Badar Al-Kubra : “Pergilah kalian menuju surga yang luas nya seluas langit dan bumi.” Umair bin Al-Hammam Al-Anshari berkata : “Wahai Rasulullah, apakah surga luasnya seluas langit dan bumi? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab : “Iya” Umair berkata :
Inilah peperangan kaum muslimin yang pertama melawan bangsa adidaya dimasa itu, bangsa Romawi. Terjadi pada tahun 8 H. Sebagian ahli sejarah mengungkapkan bahwa factor pemicu laga antara kaum muslimin dan kaum kuffar ini telah terjadinya pembunuhan atas utusan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam yang bernama al-Harits bin ‘Umair radhiyallahu ‘anhu oleh
Perkembangan yang didapatkan pada masa Bani Umayyah Perkembangan/kemajuan yang hakiki adalah tauhid kepada Allah ‘azza wa jalla (menjadikan-Nya sebagai satu-satunya sesembahan yang berhak diibadahi sedangkan selain-Nya apapun bentuknya tidak boleh diibadahi -pen), mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan penerapan agama yang agung ini di seluruh bidang yang digarap
Pendahuluan: Sikap adil terhadap Bani Umayyah Pembukuan sejarah Bani Umayyah dilakukan pada masa pemerintahan musuhnya, yaitu Bani Al ‘Abbas -semoga Allah merahmati mereka semua-. Ditulis setelah musuh-musuh mereka menyebarkan berbagai riwayat dusta, kisah yang dibuat-buat, dan sikap berlebihan yang amat janggal tentang Bani Umayyah, yang disandarkan padas syubuhat (kerancuan), kejadian-kejadian
Hudzaifah Al-Udwa berkata, “Pada hari meletusnya perang Yarmuk, aku berangkat mencari putra pamanku sembari membawa air. Aku berkata pada diriku sendiri, jika haus, kuberi ia minum.’ Aku pun menjumpainya. Kukatakan padanya, ‘Apakah engkau mau minum?’ la menganggukkan kepala mengiyakan. Tiba-tiba aku mendengar seseorang berseru, ‘Ah … ah…” Putra pamanku memberiku
Sekilas, banyak orang mengira bahwa generasi terdahulu dan terbaik umat Islam adalah sosok-sosok sederhana. Senyatanya, sepak terjang mereka yang menakjubkan begitu sulit diterka. Mereka adalah sekumpulan manusia yang mengemban misi membela agama Allah subhaanahu wa ta’ala dan meraih syahid. Tentunya, bukan aksi radikal tanpa bimbingan syariat dan ulama. Latar Belakang Pertempuran Dalam
Abu Ishaq, atau Ahmad bin Ishaq As-Surmadi, adalah salah seorang terpercaya dan pemberani. Dia seorang imam, ahli zuhud, ahli ibadah, mujahid, dan lihai menunggang kuda. Berita tentang prajurit perang yang satu ini membahagiakan hati umat Islam. Ibrahim bin Affan Al-Bazzar berkata, “Aku bersama Abu Abdullah Al-Bukhari. Saat itu nama Abu
Urusan Kita Makin Panjang Bersama Mereka Pada tahun 26 Hijriyah, Utsman bin Az-Zubair diberangkatkan bersama sekelompok pasukan ke Afrika untuk membawa berita kemenangan. Ia pun berangkat dengan penuh semangat sampai berjumpa dan tinggal bersama kaum muslimin di sana. Setibanya di sana, teriakan dan takbir menggema di kalangan umat Islam. George,
Ala’ bin Sufyan Al-Hadhrami berkata, “Busr bin Artha’ah berperang melawan Romawi. Kakinya selalu tegak berdiri. Ia mengincar mereka, dan mendapatkan yang diincar-incarnya. Melihat hal itu, ia tinggalkan seratus pasukannya. Suatu hari, ia berada seorang diri di salah satu lembah Romawi. Tiba-tiba ia melihat sekitar tiga puluh kuda tertambat. Di sampingnya
Kalian Berdua Sama-Sama Telah Membunuhnya Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu berkata, “Ketika berdiri dalam barisan di perang Badar, aku menoleh ke kanan dan ke kiri, ternyata aku diapit dua bocah belia dari golongan Anshar. Saat itu, aku berandai-andai berada di antara dua orang yang lebih kuat dari mereka berdua. Tiba-tiba
Fitnah yang mereka munculkan disini adalah berbagai macam pemikiran yang menyimpang yang dikembangkan dan dijadikan sebagai peluang emas oleh musuh-musuh Islam, baik kalangan kaum Sabaiyyah maupun yang lainnya. Dengan itu mereka membesarkan api fitnah dan peperangan di dalam tubuh daulah Islam ini. Kelompok-kelompok yang paling berperan adalah: 1. Syi’ah (Rafidhah)
Ia adalah Al-Walid bin Yazid bin Abdul Malik bin Marwan. Ibunya bernama Ummu Al-Hajjaj binti Muhammad bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Al-Walid II ini dilahirkan di Damaskus pada tahun 90 H. Ada pula yang berpendapat 92 H. Ketika ayah Al-Walid II, yakni Yazid bin Abdul Malik (Yazid II), mengangkat Hisyam bin Abdul