Berdirinya Daulah ‘Abbasiyyah Pada akhir-akhir abad pertama hijriyyah, kalangan Abbasiyyun memulai berpikir dan menentukan langkah-langkah untuk mencapai kursi khilafah dan menghabisi Daulah Umawiyyah. Ketika itu kalangan Abbasiyyun berkumpul di desa Humaimah yang masuk dalam wilayah Palestina. Upaya mereka untuk mencapai kursi khilafah terbantu dengan sejumlah perkara berikut: 1. Keadaan yang
Kota Damaskus Damaskus adalah sebuah kota tua. Kota ini didirikan sebelum kelahiran Nabi lbrahim ‘alaihissalam. Banyak legenda / dongeng tentang pendirian kota ini. Kota ini memiliki banyak sungai dan kebun. Letak kota berada pada tanah yang datar dikelilingi oleh gunung yang tinggi di sebelah Utara dan Baratnya. Kaum muslimin berhasil
HATI-HATI FITNAH WAHHABI!! Atau mungkin yang lebih tepat, “HATI-HATI FITNAH TERHADAP “WAHHABI”..! Pernah lihat foto ini?Foto yang sering ditampilkan dalam topik kerjasama wahhabi-inggris dalam melawan kekhalifahan islam.Sebagaimana terlihat pada caption, orang paling kanan tertulis sebagai Major-General Sir Percy Zachariah Cox. Sementara seorang lainnya diklaim sebagai Muhammad bin Abdul Wahhab ‘sang
Dari Shalih bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf, dari ayahnya (yakni Ibrahim) dari kakeknya (yakni Abdurrahman) yang berkata : “Tatkala aku berdiri dibarisan Perang Badar, aku memperhatikan kanan kiriku. Tiba – tiba aku mendapati dua anak muda dari sahabat Anshar. Saat itu aku berharap (dikanan dan kiriku) lebih kuat daripada
Dia adalah seorang sahabat yang syahid dimedan perang, dan membuat Allah Subhanahu wa ta’ala tersenyum kepadanya. Masih ingatkah kisah syahid nya sahabat yang mulia, Al-Umair bin Al-Hamam Radhiyallahu’anhu, yang dia bertanya apakah surga seluas langit dan bumi kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam? Setelah Al-Umair bin Al-Hamam, mendapatkan jawaban yang memuaskan
Kita sedikit memutar kembali kebelakang, untuk mengambil sebuah kisah tokoh Islam yang syahid bersama isteri nya demi mempertahankan Aqidah (keyakinan) Islam nya. Dimana pada hari ini kaum Muslimin, banyak yang menyia – nyia kan ke Islaman mereka.Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua.Dia adalah tokoh lambang keteguhan dan kesabaran. Dia
Pemuda tampan, gagah berani, usia nya masih kecil, tetapi semangatnya mengapai surga sangat besar, kisah nya memperjuangkan agama Allah, menjadi tamparan bagi setiap para pemuda Islam yang pada hari ini, menyia – nyiakan waktunya. Dia adalah Umair bin Abi Waqqash Radhiyallahu’anhu, saudara kandung dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu’anhu. Ibnu
Diantara Sahabat yang gugur -syahid- diperang Badar adalah Sa’ad bin Khaitsamah Radhiyallahu’anhu. Para Sahabat selalu bersaing didalam hal Jihad fi Sabilillah, untuk menuju Surga. Mereka tidak memandang siapa yang akan menjadi saingan nya, walaupun ayah mereka sendiri. Sa’ad bin Khaitsamah salah satu contoh dari hal tersebut. Pada saat perang Badar,
Mereka menukilkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Aku akan didatangi oleh beberapa prang yang aku mengenal mereka dan mereka juga mengenalku, tetapi mereka diusir dari telaga. Maka aku berkata: ‘Mereka Sahabatku!’ Kemudian dikatakan (kepadaku): ‘Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelah engkau meninggal dunia.” [1] Hadits ini mempunyai
Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat URGENSI SANAD Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan dalam kitab Aqidah al-Wasithiyyah : “Ahlussunnah menahan lidah dari permasalahan atau pertikaian yang terjadi diantara para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Dan mereka juga mengatakan: “Sesungguhnya riwayat-riwayat yang dibawakan dan sampai kepada kita tentang keburukan-keburukan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum
Pada perang Badar al-Kubra, orang yang pertama kali mengobarkan peperangan adalah Al-Aswad bin Abdul Asad Al-Makhzumi, seorang laki – laki yang bengis dan sangat buruk akhlak nya. Dia dengan sombong nya keluar dari barisan kaum Musyrikin seraya berkata : “Aku bersumpah kepada Allah, aku pasti benar – benar akan mengambil