Madain adalah ibukota kerajaan Persia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan berita gembira ketika beliau masih hidup, bahwa kota Madain suatu saat akan dikuasai oleh kaum muslimin. Kaum muslimin pun menanti-nanti hari yang dijanjikan itu. Setelah perang di Qadisiyah, Sa’ad bin Abi Waqqash bersama tentara Islam selama dua bulan
Setelah kabar kekalahan kaum muslimin pada perang jembatan sampai ke Madinah, Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu menyemangati tentara Islam untuk berjuang di Irak dan Persia. Umar sendiri membentuk pasukan di luar kota Madinah, sehingga banyak sekali kaum muslimin yang ikut bergabung untuk berjihad. Umar berkeinginan memimpin sendiri pasukan perang
Setelah pasukan Persia berhasil dikalahkan oleh Abu Ubaidah dan Al Mutsanna bin Haritsah dalam sejumlah peperangan, pasukan Persia kemudian mempersiapkan pasukan besar dan memilih jendralnya yang terbaik sebagai komandan pasukan. Persia mengarahkan pasukan besar itu untuk menghadapi Islam di daerah Qiss an Natiq[1]. Bertemulah pasukan Persia dengan tentara Islam di
Nu’aim bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu “Melalui dirinya, Allah Ta’ala menolong satu pasukan penuh.” Sesungguhnya Allah menanam untuk agama ini tanaman yang dengannya Dia memuliakan Islam di setiap zaman dan tempat. Di antara orang-orang yang dengannya Allah menjadikan mereka bermanfaat bagi Islam adalah ksatria kita yang tanggap lagi cerdik ini, orang
Karena ngantuk, benda di depan mata jadi tak nampak. Karena tubuh yang ngantuk perlu segera beristirahat. Istirahat adalah nikmat yang tak terhingga nilainya. Kelak di neraka, siksa tak mengenal istirahat. Terus menerus siksa neraka mendera. Dan siksa itu akan terus bertambah. ( فذوقوا فلن نزيدكم إلا عذابا ) . Karena
Pembebasan Persia Pada akhir masa kekhalifahan Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ‘anhu, tampuk pimpinan tentara Islam setelah keberangkatan Khalid bin Walid ke Syam diberikan kepada Al Mutsanna bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu.[1] Pada kesempatan itu, Persia berusaha mengusir pasukan Islam dari kota-kota di negeri Iraq yang telah berhasil ditaklukkan. Persia berusaha
Perang Yarmuk Tahun 13 Hijriyah [1] Kekaisaran Romawi telah menyiapkan pasukan besar untuk menghadapi pasukan pembebasan Islam di Syam. Tampuk komando pasukan Romawi dipercayakan kepada Bahan. [2] Pada saat Khalid bin Al Walid sampai di Syam dari Irak, baik pasukan Islam dan Romawi telah berkumpul di lembah Yarmuk, utara sungai
Qorun tidak pernah tahu bahwa kartu ATM yang ada di saku kita sudah cukup daripada semua kunci-kunci yang orang-orang paling kuat keberatan membawanya Kisra raja Persia tidak pernah tahu jika sofa busa yang ada dirumah kita lebih menyenangkan daripada singgasananya Kaisar yang budak-budaknya mengipasinya dengan kipas dari bulu merak di
Sebetulnya, Abu Jahal merasa takjub dengan Al Qur’an. Akan tetapi, karena gengsi dan kesombongannya, Abu Jahal tidak mau terang-terangan mengakuinya. Sampai akhirnya apa yang dia sembunyikan itu terbongkar. Suatu malam Abu Jahal keluar secara diam-diam ke rumah ponakannya, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Dia mencuri dengar bacaan Al Qur’an keponakannya itu,
Ibnul Qoyyim menuturkan dalam kitabnya Zadul Ma’ad, bahwa Urwah Ats Tsaqafi berkata kepada para sahabatnya sepulang dari Hudaibiyah: “Wahai Kaumku! Demi Allah, banyak raja yang sudah pernah aku datangi. Aku sudah pernah menemui Kaisar, Kisra dan Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang begitu diagungkan
Tholhah bin ‘Abdirrahman bin’ Auf adalah orang paling terpandang dari suku Quraisy di zamannya. Suatu hari, isteri beliau berkata kepadanya : “Saya belum pernah melihat ada kaum yang paling mudah mengeluh seperti saudara² Anda.” Tholhah bertanya : “Kenapa bisa begitu?” Isterinya menjawab : “Karena saya perhatikan, jika Anda dalam keadaan