Kisah Pertemuan Imam Ahmad Dengan Ishaq bin Rahawaih

Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata, “Setelah ayahku dilepaskan dari penjara, Ishaq bin Rahawaih merasa khawatir untuk datang ke ayahku. Ayahku datang menemuinya. Setibanya di sebuah kampung, ia masuk ke dalam masjid. Tiba-tiba hujan turun begitu deras.

Setelah malam semakin gelap orang-orang berkata kepadanya, ‘Keluarlah dari masjid, kami ingin menutupnya.’ Ayahku berkata pada mereka, ‘Ini masjid Allah, dan aku adalah hamba-Nya.’ Dikatakan kepadanya, ‘Mana yang lebih engkau suka; keluar atau kami tarik kakimu?’ Kukatakan, ‘Baiklah.’ Maka, aku pun keluar dari masjid, padahal hujan masih deras disertai guntur dan petir. Aku tidak tahu di mana harus menapak. Dan, aku tidak tahu kemana harus melangkah.

Tiba-tiba seseorang keluar dari rumahnya dan berkata, ‘Aduh orang ini, mau ke mana di saat seperti ini?’ Aku jawab, ‘Aku tidak tahu ke mana harus melangkah.’ Ia berkata kepadaku, ‘Masuklah.’ Ia pun memintaku masuk dan melepas pakaianku.

Selanjutnya, ia memberiku pakaian yang kering. Aku pun bersuci untuk shalat. Aku masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada kompor arang dan meja makan. Dikatakan kepadaku, ‘Makanlah.’ Aku pun makan bersama mereka. Ia berkata kepadaku, ‘Kama dari mana?’ Kujawab, ‘Aku dari Baghdad.’ Ia bertanya lagi, ‘Apakah engkau mengenal seseorang yang bernama Ahmad bin Hambal?’ Kujawab, ‘Akulah Ahmad bin Hambal.’ Ia berkata kepadaku, ‘Akulah Ishaq bin Rahawaih.”‘[Manaqib Ahmad hlm. 380]

Artikel: www.kisahislam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

Silahkan di Share, Copas, Dan Lain-Lain, Dengan Tetap Mencantumkan Sumbernya.

=

 

Comments
All comments.
Comments