Dikisahkan oleh Abu al Hasan putra Ishaq ibn Rahawaih, “Ayahku (Ishaq ibn Rahawaih) ketika baru lahir dari perut ibunya sudah dalam keadaan tertindik telinganya. Akhirnya, kakek (Rahawaih) pergi menemui Fadl ibn Musa al Sinani untuk menanyakan tentang keanehan itu, lalu beliau mengatakan, “Anakmu ini akan menjadi tokoh kebaikan atau tokoh
Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata, “Setelah ayahku dilepaskan dari penjara, Ishaq bin Rahawaih merasa khawatir untuk datang ke ayahku. Ayahku datang menemuinya. Setibanya di sebuah kampung, ia masuk ke dalam masjid. Tiba-tiba hujan turun begitu deras. Setelah malam semakin gelap orang-orang berkata kepadanya, ‘Keluarlah dari masjid, kami ingin menutupnya.’