‘AMR BIN LUHAY AL-KHUZA’I – Pemimpin Bangsa Arab yang Merusak Masyarakatnya. Dahulu, bangsa ‘Arab mempunyai seorang pemimpin, dia dikenal sebagai seorang yang ‘abid (ahli ibadah) di tengah-tengah kaumnya. Pada suatu kesempatan, dia melakukan perjalanan ke negeri Syam. Disana dia mendapati masyarakat Syam melakukan peribadahan kepada patung-patung. Lalu syaithan menjadikan indah
Asy-Syaikh ‘Abdurrahmaan As-Sa’di dikenal sebagai sosok Ulama yang berakhlaq mulia. Beliau kadang-kadang bercanda untuk menjadikan manusia senang dan tersenyum. Suatu saat, beliau bertemu dengan Shalih Al-Muthlaq, salah seorang petugas pemerintah untuk menjaga kebun yang berisi tanaman yang tumbuh ketika musim semi. Ketika itu As-Sa’di masih kecil. Beliau pergi bersama teman-temannya
Berdirinya Daulah ‘Abbasiyyah Pada akhir-akhir abad pertama hijriyyah, kalangan Abbasiyyun memulai berpikir dan menentukan langkah-langkah untuk mencapai kursi khilafah dan menghabisi Daulah Umawiyyah. Ketika itu kalangan Abbasiyyun berkumpul di desa Humaimah yang masuk dalam wilayah Palestina. Upaya mereka untuk mencapai kursi khilafah terbantu dengan sejumlah perkara berikut: 1. Keadaan yang
Kota Damaskus Damaskus adalah sebuah kota tua. Kota ini didirikan sebelum kelahiran Nabi lbrahim ‘alaihissalam. Banyak legenda / dongeng tentang pendirian kota ini. Kota ini memiliki banyak sungai dan kebun. Letak kota berada pada tanah yang datar dikelilingi oleh gunung yang tinggi di sebelah Utara dan Baratnya. Kaum muslimin berhasil
QADHI Baha’uddin bin Syaddad dalam bukunya, An-Nawadir As-Sulthaniyah wal Mahasin Al-Yusufiyah, dalam peristiwa Ar-Raml di daerah ‘Aka, menulis: “Salah satu keunikan kisah ini yaitu, ada sebuah kerajaan dipimpin oleh raja bernama Sarasinqar. la seorang muslim. Sarasinqar sangat pemberani, dan telah membunuh banyak sekali musuh Allah dari tentara salib dan mengalahkan
Yang pertama kali melakukan jabat tangan di dalam sejarah Islam adalah Suku al Asy’ari yang datang dari negeri Yaman [al Fawaid Adz Dzahabiyyah min Siyar ‘Alamin Nubala hal.38] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel : www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
1. Beliau bangun pagi kurang lebih 1 jam sebelum shubuh. Kemudian shalat tahajjud 11 raka’at dengan khusyu’ dan rendah diri kepada Allah. Sebagaimana pula beliau banyak berdoa, di antaranya mendoakan umat Islam dan kebaikan para penguasa mereka, berzikir, membaca al-Qur’an, dan beristighfar. 2. Setelah azan subuh (terkadang sebelumnya), beliau pergi
Shahabat pertama dari kalangan Muhajirin yang tiba di kota Madinah adalah Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu. [al Awa’il, karya Ath Thabarani No.27] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel: www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Haram bin Hayyan al ‘Abdi (seorang ulama tabi’in) berada di dalam kandungan ibunya selama dua tahun, sampai-sampai tumbuh beberapa giginya. [al Fawaid Adz Dzahabiyyah min Siyar ‘Alamin Nubala hal.82] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel: www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Orang pertama yang menulis dan menyusun buku tentang ilmu adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidullah bin Syihab. Beliau dikenal dengan sebutannya; AL IMAM AZ ZUHRI. [al Fawaid Adz Dzahabiyyah min Siyar ‘Alamin Nubala hal.119] Dikutip dari Majalah Qudwah Artikel: www.KisahIslam.net Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam =
Kafilah-kafilah Haji berdatangan dari berbagai penjuru. Mereka datang untuk memenuhi panggilan Rabbnya, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki,dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (Al-Hajj: 27) Itulah rombongan manusia yang datang menuju Baitullah, karena mencintai tempat-tempat
Abu Mahfudz Ma’ruf al Karkhi telah mendapat kemulian dari Allah subhanahu wa ta’ala sejak masa kecil. Saudaranya, Isa, bercerita: Aku dan saudaraku, Ma’ruf, berada di sekolah. Saat itu kami masih beragama Nasrani. Guru kami mengajarkan murid-murid untuk menyebut Tuhan Bapak dan Tuhan Anak, namun saudaraku, Ma’ruf malah berteriak,“Ahad, Ahad (Esa,