Pada tahun 64 H, Yazid bin Muawiyah memilih putrnya, Muawiyah II, untuk menjadi khalifah. Akan tetapi Muawiyah II adalah orang saleh yang tidak cakap dalam kepemimpinan. Ia lambat dalam menjalankan roda kekhilfahan dan ia meninggal dunia tiga bulan setelah menjadi khalifah. Sebagian besar pejabat di Syam kemudian sepakat membaiat Abdullah
Biografi Yazid bin Mu’awiyah: Beliau bernama Yazid bin Mu’awiyah bin Abi Sufyan Shakhr bin Harb bin Umayyah. Pemimpin (amir) kaum mukminin. Kunyahnya adalah Abu Khalid Al-Umawi. Lahir pada tahun 25 H. Dibaiat sebagai khalifah ketika ayahnya masih hidup untuk kemudian memegang urusan pemerintahan sepeninggalnya. Penobatannya sebagai penguasa ditegaskan lagi setelah
BIOGRAFI DAN KEUTAMAANNYA Beliau bernama Mu’awiyah bin Abi Sufyan (Shakhr bin Harb) bin Umayyah bin ‘Abdi Syams bin ‘Abdi Manaf bin Qushai, Abu ‘Abdirrahman Al-Qurasyi Al-Umawi, pamannya kaum mukminin(1). Beliau adalah penulis wahyu Rabb semesta alam. Lahir dua tahun sebelum kenabian -yaitu 15 tahun sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
BERDIRINYA DAULAH UMAWIYYAH DAN KEMBALINYA PERSATUAN KAUM MUSLIMIN PADA TAHUN AL JAMA’AH Penduduk negeri Iraq membaiat Al-Hasan bin Ali, sebagai khalifah pada tahun kematian ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Sementara itu terdengar kabar yang sampai kepada Mu’awiyah bahwa Al-Hasan sedang mempersiapkan pasukan untuk memeranginya. Mu’awiyah mulai berhati-hati dengan melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya