Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu telah mengirim Iyadh bin Ghanam untuk memimpin pasukan Islam untuk bergabung dalam usaha pembebasan Irak, dan dia telah menentukan jalan-jalan yang harus di lewati. Salah satu tempat yang harus dilewati pasukan Iyadh adalah Daumah Al Jandal. Pasukan Islam lalu mengepung daerah tersebut dalam waktu yang cukup
Hari ini jum’at 12 Rajab 1436 H. Tahukah anda bahwa 956 tahun yang lalu tepat di hari dan tanggal yang sama, di tahun 479 H terjadi peperangan yang besar antara pasukan Islam dan pasukan Salibis di bumi Andalus. Iya, Perang tersebut dikenal dengan Perang Zallaqah. Perang penentu yang kemudian menjadi
Al-Hirah adalah ibukota kerajaan Arab yang terasing. Kerajaan ini merupakan kerajaan yang paling besar dan paling terkenal dibanding kerajaan-kerajaan Arab lainnya. Suku-suku Arab banyak terkelompok di daerah-daerah yang berlainan, dan mereka tunduk kepada Persia.209 Setelah Khalid bin Walid menjalani sejumlah peperangan melawan Nashrani Arab di kawasan Irak, Khalid bertolak menuju
Raja Persia mulai menyusun rencana perlawanan terhadap pasukan Islam. Ia meminta bantuan kepada Nashrani Arab di kawasan Irak untuk ikut membantu memerangi kaum muslimin, dan mereka menerima permintaan itu. Raja Persia lalu menyiapkan pasukan yang terdiri atas orang-orang Nashrani Arab dan Tentara Persia. Ketika Khalid bin Al-Walid mengetahui bersatunya dua
Perang Dzatus Salasil adalah salah satu perang penting yang terjadi antara kaum muslimin melawan Persia dalam masa awal pembebasan daerah Persia. Peristiwa ini terjadi di daerah dekat kota Ablah. Pasukan Islam dipimpin oleh Khalid bin Al-Walid, sedangkan pasukan Persia dikomandani oleh Hurmus, penguasa kota Ablah. Perang ini disebut Dzatus Salasil
Pembebasan Persia dan Irak Kerajaan Persia sudah sejak dulu merupakan sebuah kerajaan yang kuat dan memiliki wilayah yang sangat luas. Luas wilayahnya membentang dari timur negeri Syam di sisi barat, hingga negeri Afganistan di sebelah timur, dari laut Khazar (Qazwin) di sisi utara, sampai negeri As-Sind di sebelah selatan. Meliputi
Telah diketahui bahwasanya Mesir, Syam, Afrika Utara adalah daerahdaerah yang berada di bawah penguasaan kekaisaran Roma, Bizantium. Tampuk kekuasaan dalam kekaisaran adalah seorang Kaisar yang telah menjadikan Konstantinopel sebagai ibu kota negaranya. Kaisar memiliki hak untuk mengambil keputusan. Untuk itu, dia dibantu oleh beberapa orang tim ahli dan para penasehat[1].
Sudah sejak dahulu kala, negeri Persia adalah sebuah kerajaan yang kuat dan telah melewati fase peradaban yang berbeda-beda. Di antara masa-masa tersebut terdapat masa yang menarik perhatian kita, yaitu masa-masa akhir kerajaan tersebut dimana terdapat persinggungan dengan Islam melalu penaklukan dan jihad. Agama yang dipeluk hampir seluruh masyarakat Persia dan
~ Persiapan Pasukan Menuju Khoibar!! Jumlah Pasukan Muslimin Yang Turut Serta Ketika orang-orang munafiq dan orang-orang yang lemah imannya tidak turut serta pada kejadian (‘umroh) Hudaibiyyah (yang berakhir dengan perjanjian Hudaibiyyah), Allah ta’aalaa menerangkan perihal mereka kepada NabiNya dalam firmanNya, سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انطَلَقْتُمْ إِلَى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ يُرِيدُونَ
Semenjak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, kaum muslimin telah terlibat sejumlah peperangan melawan orang-orang murtad di seluruh penjuru jazirah Arab. Setidaknya 11 regu pasukan telah dikerahkan untuk masalah ini. Mereka menjelajah ke segenap penjuru Arab. Berperang dan menjalankan titah yang diberikan tanpa menguranginya. Bani Hanifah yang berdiam di
Ekspedisi ini merupakan pasukan Islam pertama yang melakukan penaklukan di luar negeri Arab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum meninggal dunia telah mempersiapkan pasukan ini di bawah kepemimpinan Usamah bin Zaid. Pasukan ini ditujukan untuk menaklukan daerah-daerah ujung Syam. Namun, banyak orang meragukan kepemimpinan Usamah bin Zaid. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi
Ketika perang berkecamuk, dan kaum Muslimin berperang dengan gagah berani. Padahal jumlah mereka sangat kecil dibanding musuh (kafir Quraisy). Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam membawa serta para Shahabatnya berjumlah 300 orang, sedangkan kafir quraisy membawa pasukannya 1000 orang. Kaum Muslimin berperang mengharapkan keridhoan Allah dan kecintaanNya. Sedangkan kafir quraisy