Suatu hari Khalifah Sulaiman bin Abdilmalik pergi haji. Ketika akan shalat, ia melihat seorang arab badui di sampingnya dan Khalifah pun merasa senang. Kemudian Khalifah berkata kepada arab badui tersebut, “Apa kamu ada kebutuhan yang bisa saya bantu?” Arab badui itu menjawab, “Saya malu kepada Allah, berada di rumah-Nya tapi
Umar memiliki firasat dan pandangan jauh ke depan yang jarang didapati pada siapapun di dunia ini. Ia merupakn sebuah nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada Al Faruq radhiyallahu ‘anhu. Berikut ini adalah contoh yang menandingi matahari dalam kecermelangan dan cahayanya. Ia menjelaskan kepada kita sejauh mana ketajaman firasat dan pandangan
Dikisahkan, ada seorang tukang bekam bercerita kepada Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Umar adalah seorang yang disegani. Lalu Umar berdehem, maka tukang bekam itu kencing di kainnya. Akhirnya ‘Umar memerintahkan agar dia diberikan empat puluh dirham. [Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad III/287] Dikutip dari: Shahabat- Shahabat Rasulullah Jil.1 hal.223-224, Syaikh Mahmud
Semakin bertambah rasa takut seorang hamba kepada Rabb-nya ‘azza wa jalla, maka Allah akan menanamkan rasa segan terhadapnya di hati orang-orang yang ada disekitarnya. Inilah Al Faruq Umar ini, Allah ta’ala membuat para syaithan takut kepadanya…Begitu melihat ‘Umar, dia langsung menjauh karena takut kepadanya! Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu
Oleh : Isma’il Abdul Wahid, dari kitab Nurullah Perancis menawarkan bantuan kepada Mesir dalam meneliti, mempelajari dan menganalisa Mumi Fir’aun. Mesirpun mengizinkannya. Pihak Perancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Fir’aun dengan pesta yang sangat meriah. Setelah peresmian penerimaan mumi Fir’aun di tanah Perancis selesai, mumi Thagut tersebut pun diarak dengan
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KELIMA: Berpikir Positif. Perhatikanlah dengan
Su’dah bintu ‘Auf rodhiyallaahu ‘anha, istri dari sahabat mulia Sa’ad bin Abi Waqqosh… Suatu hari suaminya masuk ke rumah dengan wajah yang sedih dan bermuram durja, kemudian dia bertanya kepada suaminya, “Ada apa gerangan wahai suamiku, aku melihat wajahmu sedih dan bermuram durja, ceritakanlah kepadaku masalahmu agar aku bisa meringankannya
Di antara dzikir (dari sekian banyak dzikir yang shohih) pagi dan sore yang diajarkan oleh Rosul adalah sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari sahabat Utsman bin Affan rodhiyallaahu ‘anhu, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ
Syaikh Shalih Abu Islam (salah satu murid Al Imam Al Albany) mengatakan dalam video berikut ; Di suatu hari Al Imam Al Albany shalat jum’at bersamaku di masjidku pada jumat terakhir bagi beliau sebelum beliau wafat. Kemudian aku berkhutbah dan aku mengatakan sebuah pernyataan yang tidak aku sengaja. Ketika aku
Ini kisah nyata dari Amerika (US) tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab. Suatu hari muslimah ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman. Suasana jalan sepi. Ia melewati jalan pintas. Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu
Ketika Syaikh Bin Baz -rahimahullah- menafsirkan firman Allah (Dan ingatlah, ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah (Ka’bah) bersama Ismail, seraya mereka berdo’a ” Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) 5 menit lebih Syaikh menangis, dan beliau hanya berkata: “Perintah khusus (membangun
Di sebuah kelas di Lipia, seorang mahasiswa bercerita di hadapan syaikh dan teman-temannya. Ini gilirannya untuk maju mengisahkan tentang kota masing-masing. Namun dia lebih memilih untuk berbicara tentang kampungnya. “Kampung kami,” Demikian ia mulai pembicaraan dengan bahasa arab. Maklum karena syaikh tidak paham bahasa Indonesia. Bahasa resmi di Lipia adalah