Konon Ahmad adalah bocah yang sulit diatur… sifatnya yang gampang marah dan keras kepala, menjadikannya sering bertengkar dan berkata kasar kepada orang lain. Sutau ketika, ayahnya memanggilnya lalu memberikan sekantong paku kepadanya; “Nih, tiap kali kau bertengkar atau berkata kasar kepada siapa pun, tancapkan sebatang paku di pagar itu” kata
MOHON DI BACA DAN DIRENUNGI BERDASARKAN REALITA KITA DENGAN SEKSAMA George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua orang anaknya (Tony & Julia) di Washington. Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah. George aktif menyimak berita di radio. Istrinya
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KEEMPAT: Mendahulukan Solusi Praktis. Orang
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KETIGA: Bersungguh-sungguh Dalam Berkarya Dan
Perkataan seekor semut ketika Nabi Sulaiman ‘alayhissalam beserta pasukannya akan melintas, يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” {QS. An-Naml: 18.} PELAJARAN KEDUA: Mendahulukan Kepentingan Publik DI Atas
Hikmah adalah satu hal yang hilang dari seorang mukmin. Di mana pun ia menemukannya maka ia lebih pantas untuk mendapatkan kebenaran. Seharusnya dicari di setiap tempat dan makhluq, tidak peduli apakah dari seekor makhluq kecil dan lemah sekalipun. Bukan suatu yang aneh jika kemudian kita belajar kebenaran dari media yang
Al-Kisah, dahulu terdapat seorang syaikh yang selalu mengajarkan murid-muridnya permasalahan aqidah. Beliau seringkali mengajarkan pada mereka kalimat “laa ilaaha illallah”. Beliau pun berusaha menjelaskan dan menanamkannya pada mereka, dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tatkala syaikh sedang mengajarkan pada mereka kalimat “laa ilaaha illallah” dan menanamkannya dalam jiwa mereka,
Syaikh Prof. DR. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafidzahullah mengisahkan bahwa: “Di sebuah kampung kecil yang terletak di sebelah timur kota Madinah saya pernah melihat seutas tali yang membentang dari sebuah rumah ke pintu masjid. Maka aku pun bertanya mengenai hal tersebut. Dan dikatakan bahwa rumah itu adalah milik seorang
Dikutip oleh Al Samih post salah satu koran kenamaan Yordania, diinformasika Ratu Yordania Rania yang merupakan wanita berdarah Palestina yang lahir dan besar di Yordania ini merasa “gerah” karena Rakyat Palestina selalu “memuja” Indonesia. Beliau berkata : “Ada apa dengan Indonesia ? Saya tau mereka paling aktif dalam relawan ke
Sahabat dekatku (seorang polisi di kota Madinah) bercerita kepadaku kemarin malam di masjid Nabawi setelah isya, tanggal 19 Desember 2013): “Pamanku, kakak ayahku adalah seorang yang sangat berbakti kepada ayahnya. Pada suatu hari –seperti kebiasaannya- ia menyiapkan sendal/sepatu dan memakaikan sendal ke kedua kaki ayahnya. Namun pada saat itu, ada
Salah seorang Syaikh menceritakan sebuah kisah yang mengharukan : Suatu saat aku mengisi kajian di sebuah masjid di kota fulan, datanglah imam masjid tersebut dan berkata : wahai Syaikh ! di kota ini, tepatnya 2 pekan yang lalu, telah terjadi suatu peristiwa yang sangat menakjubkan, aku balik bertanya : peristiwa
Ada seorang laki-laki miskin yang menjaga dan mengurusi ibu, istri dan anak-anaknya dan ia juga bekerja sebagai pembantu yang tulus dan menunaikan kewajibannya sebaik-baiknya di rumah majikannya. Suatu hari ia absen dari pekerjaannya maka majikannya berfikir untuk menambah gajinya satu dinar supaya tidak absen lagi karena dia tahu pembantunya sangat