Jika ingin naik haji, Ibnul Mubarak mengumpulkan para sahabatnya dan berkata, “Siapa di antara kalian yang ingin naik haji?” Maka, ia mengambil sebagian dari uang belanja mereka, kemudian dimasukkan ke dalam kotak dan digembok. Setelah itu, ia bawa mereka, memberikan uang lebih banyak, serta diberi makan yang lebih baik. Selain
Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata, “Setelah ayahku dilepaskan dari penjara, Ishaq bin Rahawaih merasa khawatir untuk datang ke ayahku. Ayahku datang menemuinya. Setibanya di sebuah kampung, ia masuk ke dalam masjid. Tiba-tiba hujan turun begitu deras. Setelah malam semakin gelap orang-orang berkata kepadanya, ‘Keluarlah dari masjid, kami ingin menutupnya.’
Pengantar Kisah Juraij adalah kisah besar yang mengandung pelajaran-pelajaran dan nasihat-nasihat. Juraij adalah seorang ahli ibadah yang shalih di kalangan Bani israil. Dia membuat ibunya kesal karena dia mendatanginya selama tiga hari agar kedua matanya bisa melihatnya dan kedua telinganya bisa menyimak pembicaraannya. Setiap kali datang, dia pulang dengan tangan
Ada kisah menarik yang pernah dituturkan oleh Dr. Muhammad ibn Sa’d ash-Shuway’ir. Beliau bertutur, “Waktu itu musim haji tahun 1986. Ini adalah tahun pertama Negara Komunis Cina mengizinkan kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji. Di antara rombongan haji dari Cina tersebut, ada beberapa orang ulama Cina yang ingin bertemu dan
Sebagian ahli tarikh (sejarah) menceritakan: Ibnu Hajar rahimahullah dulu adalah seorang hakim besar Mesir di masanya. Beliau jika pergi ke tempat kerjanya berangkat dengan naik kereta yang ditarik oleh kuda-kuda atau keledai-keledai dalam sebuah arak-arakan. Pada suatu hari beliau dengan keretanya melewati seorang yahudi Mesir. Si yahudi itu adalah seorang
Ihsan bin Muhammad Al-’Utaibi menceritakan: Beberapa pemuda dari Yordania melakukan perjalanan dengan mobil untuk melakukan umroh. Sesampai di Khaibar mereka mengalami kecelakaan, yaitu mobil mereka menabrak lampu jalan. Polisi pun datang dan meminta kepada sopir untuk membayar ganti rugi kerusakan sebesar 21.000 Riyal (sekitar 3.500 Pound Sterling). Baik sopir maupun
Abdullah bin Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin (putra beliau) berkisah: Suatu ketika Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su’ud, gubernur Qashim, memberi hadiah kepada Asy-Syaikh Al-’Utsaimin sebuah mobil baru. Ketika pulang ke rumah, beliau melihat sebuah mobil diparkir di depan rumah dan beliau pun diberi tahu tentang mobil itu. Mobil itu
Di riwayatkan dalam kitab “al-Mutahaabin fiillah” karangan Ibnu Qudamah al-Maqdisi hal 79, dari al-Aswad bin Katsir bahwa beliau pernah berkata: “Saya pernah mengadu kepada Muhammad bin Ali bin Husain tentang kebutuhanku serta keadaan saudara-saudaraku yang tidak mau menolong kebutuhan saudaranya”. Maka beliau mengatakan: “Sungguh sangat buruk sekali mempunyai saudara seperti
Di nukil dari kitab “Muqodimah Hasyiah Ibnu Abidin” pada jilid yang ke 1/67, kisahnya Imam Abu Hanifah bersama seorang anak kecil, berikut nukilannya: Suatu ketika Imam Abu Hanifah melihat seorang anak kecil yang sedang bermain-main dengan lumpur, maka beliau menghampirinya lalu berkata kepadanya: “Wahai anak kecil, hati-hati nanti kamu jatuh
Di sebutkan dalam kitab “Tahdzibul Kamal” karangan al-Mizzi jilid yang ke 7/481 sebuah kisah ketika penulis sedang menjelaskan biografi ahli ibadah, orang yang zuhud ahli fikih bin Shofwan at-Tajiibi Abu Zur’ah al-Mishri rahimahullah, berikut nukilannya: Berkata Ahmad bin Sahl al-Urduni bahwasanya beliau mendengar dari Khalid bin al-Fizri berkata: “Adalah Haiwah
Diriwayatkan oleh Musa bin Abu Ishaq al-Anshari bahwa Ali bin Asad ikut serta dalam sebuah peperangan, ia sempat membuat tragedi besar. Suatu malam ia melintas di Kufah. Tiba-tiba di keheningan malam itu ia dapati seseorang membaca Surat az-Zumar 53: “Katakanlah hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
Dahulu, ketika Bisyr masih senang berfoya-foya di rumahnya, ia memiliki banyak sahabat yang mempunyai kebiasaan minum dan jor-joran. Suatu hari, ada seorang shalih lewat di depan rumahnya lalu mengetuk pintu. Kemudian seorang budak perempuan keluar rumah untuk menemuinya. Orang shalih itu bertanya, “Yang punya rumah ini orang merdeka atau budak.”