As-Sam’ani menceritakan bahwa Imam al-Baihaqi pernah tertimpa penyakit di tangannya, sehingga jari-jemarinya dipotong semua, hanya tinggal pergelanggan tangan saja. Sekali pun demikian, beliau tidak berhenti dari menulis, beliau mengambil pena dengan pergelangan tangannya dan meletakkan kertas di tanah seraya memeganginya dengan kakinya, lalu menulis denga tulis yang indah dan jelas.
Diriwayatkan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad (12/ 346 ) dan dinukil oleh al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitabnya an-Nukat ash-Shalahiyyah, pada pembahasan hadits Maqlub (ma’rifatul maqlub berarti hadits-hadits yang diputar balik). Terdapat dua kisah masyhur di sana, salah satunya adalah kisah Abu Nu’aim dan berikutnya adalah kisah al-Bukhari rahimahullah
Abul Hasan Bunan bin Muhammad bin Hamdan adalah salah seorang ulama yang dikenal banyak memiliki karomah. Suatu saat karena dia berani mengingkari Ibnu Thulun, maka dia dihukum dan dicampakkan di depan singa. Sang singa pun menciuminya tetapi anehnya dia tidak menerkam Abul Hasan. Akhirnya, dia pun dibebaskan. Orang-orang merasa heran
Berikut ini adalah kisah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz -rahimahullah- dengan enam penuntut ilmu Somalia yang akan dihukum gantung oleh pemerintah Somalia atas kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan. Mungkin disebabkan karena hasad terhadap dakwah salafiyah yang menyebabkan mereka difitnah dan akan dihukum mati. Asy-Syaikh Salim Ath-Thawil menceritakan:
Al-Qadhi (hakim) Abu Bakar Ahmad bin Kamil asy-Syajari murid Ibnu Jarir sekaligus sahabatnya berkata, “Apabila telah selesai makan pagi Ibnu Jarir ath-Thabari tidur sebentar dengan pakaian berlengan pendek. Setelah bangun beliau mengerjakan shalat Zhuhur. Lalu menulis artikel hingga waktu Ashar tiba. Kemudian keluar untuk shalat Ashar. Selanjutnya, beliau duduk di
Ketika Asy-Syaikh Al-’Utsaimin pulang dari Masjidil Haram usai shalat menuju hotel, beliau menjumpai sekumpulan anak muda sedang bermain sepak bola dalam keadaan mereka belum sholat. Maka beliau pun menghentikan permainan sepak bola itu, memberi nasehat kepada mereka, dan mengingatkan mereka kepada Allah dalam keadaan mereka tidak tahu siapa beliau. Asy-Syaikh
Abdullah ibn al Mubarak menuturkan, “Aku berada di Mekkah ketika orang2 ditimpa paceklik dan kemarau panjang. Mereka pun keluar ke Masjidil Haram untuk melaksanakan shalat istisqa’. Akan tetapi, hujan tidak segera turun. Disampingku ada seseorang laki2 berkulit hitam yang kurus. Kudengar dia berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya mereka sudah berdoa kepada-Mu,
Diriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Salah seorang ahli ibadah pada masa Bani Israil selalu beribadah kepada Allah di rumah ibadahnya selama 60 tahun. Suatu ketika, hujan turun membasahi bumi sehingga menjadi hijau subur. Kemudian, ahli ibadah itu keluar dari rumah ibadahnya sambil berbisik, ‘Sekiranya
Oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib Dzul Qarnain mendapat dua anugerah Allah yang tidak sembarang orang mendapatkannya, yaitu mendapat petunjuk untuk menempuh jalan-jalan keberhasilan sekaligus ia diberi kemampuan untuk menempuhnya. Maka jadilah ia seorang raja dengan kekuatan besar, mampu menaklukkan banyak wilayah, bahkan sampai ke belahan dunia yang demikian
Seorang pembesar bernama Malik bin Al Mundzir pernah mengundangnya.”Terimalah jabatan sebagai Qadhi!”. Tetapi Muhammad bin Wasi’ menolak, tapi Malik tetap membujuknya dan berkata,”Kamu harus mau menjabat sebagai Qadhi, jika tidak aku akan mencambukmu sebanyak tigaratus kali!”. Muhammad bin Wasi’ mengatakan,”Jika engkau lakukan, engkau orang yang semena-mena. Sungguh,hina di dunia lebih
Abu Nu’aim berkata:”Abu Ahmad Al-Hakim telah menceritakan kepada kami, Ibnu Khuzaimah telah menceritakan kepada kami, Imran bin Musa telah menceritakan kepada kami, Abdul Warits telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Juhadah telah menceritakan kepada kami, Nu’aim bin Abu Hindin telah menceritakan kepada akmi, dari Abu Hazim, dari Husein bin Kharijah
Abdurrazzaq berkata: “Aku pernah mendengar An-Nu’man bin Az-Zubeir Ash-Sha’ani menuturkan bahwa Muhammad bin Yusuf atau Ayyub bin Yahya pernah mengutus seseorang untuk menemui Thawus dengan membawakan tujuh ratus atau lima ratus dinar. Maka kepada utusan itu dipesankan: “Kalau Syaikh (Thawus) mengambilnya, maka sang Amier akan berterima kasih kepadamu dan akan