Satu lagi kisah kedermawanan orang-orang sholeh yang dikutip oleh Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullaah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul Qoshidin, beliau menceritakan…
“Qois bin Sa’ad bin ‘Ubadah sakit, saudara-saudaranya tidak kunjung menjenguknya, maka dia bertanya-tanya, seseorang menyampaikan kepadanya, “Mereka malu karena hutang mereka kepadamu.”
Maka Qois berkata, “Allah menghinakan harta yang menghalangi saudara untuk saling berkunjung.”
Kemudian dia memerintahkan seseorang untuk mengumumkan, “Barangsiapa memikul hutang yang harus dilunasi kepada Qois, maka hutang tersebut bebas.”
Maka tangga rumahnya patah saking banyaknya orang yang menjenguknya.”
Di antara hikmah dari kisah di atas, hendaknya jika ada saudara kita yang sakit maka kita menjenguknya, itu akan sedikit memberi kegembiraan di hatinya dan sungguh dalam hadits yang shohih disebutkan bahwa pahalanya amatlah besar, dia mendapatkan buah-buahan yang dipetik di surga, dan tujuh puluh ribu malaikat akan mendo’akannya (silahkan merujuk ke kitab riyadhush sholihin karya An-Nawawi). Di antara hikmah yang lain, kedermawanan adalah sifat yang mulia. Seseorang boleh membebaskan tanggungan hutang orang lain dan itu juga berpahala besar dan merupakan amalan yang mulia, dan hendaknya dia memudahkan orang lain jika memang tidak membebaskannya dan itu boleh. Semoga bermanfaat…
Artikel: www.KisahIslam.net
Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam
=






