Satu lagi kisah kedermawanan orang-orang sholeh yang dikutip oleh Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullaah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul Qoshidin, beliau menceritakan… “Qois bin Sa’ad bin ‘Ubadah sakit, saudara-saudaranya tidak kunjung menjenguknya, maka dia bertanya-tanya, seseorang menyampaikan kepadanya, “Mereka malu karena hutang mereka kepadamu.” Maka Qois berkata, “Allah menghinakan harta yang
Kisah berikut ini mungkin hanya sebaris kalimat singkat, namun semoga bisa diambil manfaat, tentang suatu sifat dermawan, sebagaimana yang dicantumkan oleh Al-Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul qoshidin, قال عروة رايت عائشة رضي الله عنها تقسم سبعين الفا وهي ترقع درعها ‘Urwah berkata, “Aku melihat ‘Aisyah rodhiyallaahu ‘anhaa membagikan
Seorang laki-laki dari Syam datang dan berkata, “Tunjukkan kepadaku Shafwan bin Sulaim karena aku melihatnya telah masuk surga.” Aku bertanya, “Dengan apa ia masuk surga?” Mereka menjawab, “Dengan selembar kain yang ia pakaikan kepada seseorang. “ Shafwan pun ditanya tentang kisah selembar kain tersebut, kemudian ia menjawab, “Ketika itu, pada
Suatu hari, Gubernur Mesir memanggil Ali bin Muhammad bin Al-Furat, kemudian dia berkata, “Celaka kamu, niatku menghadirkanmu kali ini adalah buruk. Selama ini aku senantiasa ingin menangkap dan memenjarakanmu, tetapi aku senantiasa bermimpi engkau menghalangiku dengan sepotong roti. Aku memimpikanmu selama berhari-hari. Aku ingin menangkapmu, tetapi selalu saja kamu menghalangiku.
Dharwan, sebuah desa di belahan Yaman, ada yang mengatakan dekat kota Shan’a. Hiduplah di desa itu seorang lelaki tua yang saleh bersama tiga putranya. Dia bekerja sebagai petani, mengelola kebun kurma dan anggur yang cukup berhasil. Setiap musim panen, anggur dan kurma yang diperolehnya berlimpah. Tetapi, hasil tersebut bukan semata-mata
Ada seorang pria yang sedang berjalan di padang pasir, tiba – tiba dia mendengar suara dari langit yang mengatakan : “Airilah kebun si Fulan.” Kemudian dia lihat ada awan yang berjalan menuju tempat tertentu lalu awan itu menumpahkan airnya (air hujan) disebuah area tanah yang penuh dengan batu hitam. Disana
Jika ingin naik haji, Ibnul Mubarak mengumpulkan para sahabatnya dan berkata, “Siapa di antara kalian yang ingin naik haji?” Maka, ia mengambil sebagian dari uang belanja mereka, kemudian dimasukkan ke dalam kotak dan digembok. Setelah itu, ia bawa mereka, memberikan uang lebih banyak, serta diberi makan yang lebih baik. Selain
Dari Umar radhiallahu ‘anhu berkata, “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kita untuk bersedekah, dan hal itu sangat bertepatan sekali dengan adanya hartaku, lalu saya bergumam, ‘Hari ini saya pasti melampaui Abu Bakar radhiallahu ‘anhu apabila saya mendahuluinya suatu saat nanti,’ lalu saya menginfakkan setengah dari hartaku,
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, dan kondisi beliau paling dermawan adalah di bulan Ramadhan di saat bertemu Jibril ‘Alaihis salam, di mana Jibril ‘alaihis salam sering bertemu beliau pada setiap malam dari bulan Ramadhan, lalu Jibril mengajarkannya al-Qur`an, dan sungguh
Malik telah meriwayatkan dalam Muwaththa’, “Bahwasanya telah sampai kepadanya dari Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa seorang miskin meminta kepadanya, sedang dia berpuasa dan tidak ada suatu makanan pun di rumahnya kecuali roti kering, lalu dia berkata kepada pelayannya, ‘Berikanlah roti itu kepadanya’, pelayan itu berkata, ‘Tidak ada lagi
Dari Nafi’ pelayan Ibnu Umar berkata, “Apabila Ibnu Umar sangat mengagumi sesuatu dari hartanya, niscaya ia akan mempersembahkannya kepada Allah Ta’ala.” Nafi’ berkata, “Dan hamba sahayanya mengetahui akan hal itu lalu ada salah seorang dari budak-budaknya bersemangat untuk beribadah di masjid, dan ketika Ibnu Umar melihat keadaan dirinya yang bagus
Al-Hakim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Samurah radhiallahu ‘anhu berkata, “Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seribu dinar ketika mempersiapkan pasukan al-’Usrah (pasukan perang Tabuk ketika masa sulit) lalu Utsman meletakkan seluruh dinar itu di pangkuan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.