Beliau adalah Ummu Abdullah al-Qurasyiyah at-Tamiyah putri dari seorang laki-laki yang pertama masuk Islam setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, penghulu kaum muslimin yakni Abu Bakar ash-Shiddiq sedangkan ibunya bernama Qatilah binti Abdul Uzza al-Amiriyah. Asma` adalah ibu dari sahabat seorang pejuang yang bernama Abdullah bin Zubeir. Beliau adalah saudari
Beliau adalah Juwairiyah binti al-Harits bin Abi Dhirar bin al-Habib al-Khuza’iyah al-Mushthaliqiyyah. Beliau adalah secantik-cantik seorang wanita. Beliau termasuk wanita yang ditawan tatkala kaum muslimin mengalahkan Bani Mushthaliq pada saat perang Muraisi’ Hasil undian Juwairiyah adalah bagian untuk Tsabit bin Qais bin Syamas atau anak pamannya, tatkala itu Juwairiyah berumur
Satu lagi kisah kedermawanan orang-orang sholeh yang dikutip oleh Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullaah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul Qoshidin, beliau menceritakan… “Qois bin Sa’ad bin ‘Ubadah sakit, saudara-saudaranya tidak kunjung menjenguknya, maka dia bertanya-tanya, seseorang menyampaikan kepadanya, “Mereka malu karena hutang mereka kepadamu.” Maka Qois berkata, “Allah menghinakan harta yang
Kisah berikut ini mungkin hanya sebaris kalimat singkat, namun semoga bisa diambil manfaat, tentang suatu sifat dermawan, sebagaimana yang dicantumkan oleh Al-Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul qoshidin, قال عروة رايت عائشة رضي الله عنها تقسم سبعين الفا وهي ترقع درعها ‘Urwah berkata, “Aku melihat ‘Aisyah rodhiyallaahu ‘anhaa membagikan
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata, “Dulu aku masuk ke rumah yang menjadi makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, lalu aku melepas sebagian pakaianku sambil bergumam, ‘Itu adalah suamiku dan ayahku.’ Tapi setelah Umar radhiyallahu ‘anhu dimakamkan disitu, maka demi Allah aku tidak pernah
Beliau adalah sayyidah wanita seluruh alam pada zamannya, putri keempat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ibunya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha.Allah menghendaki kelahiran Fathimah kurang dari lima tahun sebelum Nabi diutus, dekat dengan peristiwa yang agung yaitu di saat orang-orang Quraisy rela menyerahkan hukum kepada Muhammad
Ummul mukminin Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya`mar. Ibu beliau bernama Umayyah binti Muththalib paman dari paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada mulanya nama beliau adalah Barra’, namun tatkala diperistri oleh Rasulullah beliau diganti namanya dengan Zainab.[52] Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni
Berikut beberapa kitab sejarah yang harus di waspadai: 1. AI-Aghaanii karya Abul Faraj al-Ashbahani. Kitab ini berisi obrolan, syair, dan nyanyian yang dicampuri berita-berita yang tidak benar. 2. Al-‘Iqdul Fariid karya Ibnu ‘Abdi Rabbih. Kitab sastra ini banyak memuat nukilan-nukilan palsu. 3. Al-Imaamah was Siyaasah yang dinisbatkan kepada Ibnu Qutaibah
Jawabannya adalah jika Anda mampu menganalisis sanad dan menelitinya, maka bacalah kitab Imam ath-Thabari (Taariikh ath-Thabari). Kitab beliau ini adalah pegangan bagi para ulama yang menulis kitab sejarah. Sedangkan jika Anda tidak mampu menganalisis dan meneliti sanad, maka bacalah: 1. Kitab al-Hafizh Ibnu Katsir, al-Bidaayah wan Nibaayah 2. Kitab al-Hafizh
Malik telah meriwayatkan dalam Muwaththa’, “Bahwasanya telah sampai kepadanya dari Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa seorang miskin meminta kepadanya, sedang dia berpuasa dan tidak ada suatu makanan pun di rumahnya kecuali roti kering, lalu dia berkata kepada pelayannya, ‘Berikanlah roti itu kepadanya’, pelayan itu berkata, ‘Tidak ada lagi
Mutiara ini adalah mutiara yang ajaib, bahkan mungkin orang akan menjadi heran bila mengetahui dari mana keluarnya mutiara ini. Ia terlahir dari kegelapan, dari orang tua yang mati hati dan perasaan. Abu Lahab itulah ayahnya, paman Rosululloh Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sangat membenci beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam
Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani Rosululloh bersabda: Ketika aku memasuki surga, aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya: “Siapa itu?” Malaikat menjawab: “Itu Ghumaisho’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik.” (HR. Muslim: 4494) Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisho’ binti Milhan dari kaum Anshor, atau yang lebih