Kisah Syeikh Yusuf al Asiri ke Srilangka

Ketika Allah menciptakan kita sebagai manusia dan berada di atas Islam, itu adalah nikmat dari Allah subhanahu wata’ala….

Betapa banyak manusia tapi tidak menggunakan akal dan pikirannya untuk beribadah kepada Allah…mereka menyembah hewan, menyembah batu, menyembah matahari…dll

Syeikh Yusuf Al-Asiri kepala polisi di masjid Nabawi bercerita ketika bersafar ke srilangka, beliau membawa seorang penerjemah yang bisa bahasa arab dan srilangka…

Beliau mengunjungi sebuah kuil orang budha, dan terdapat patung budha besar. Ketika beliau akan memasuki kuil tersebut, maka beliau ditahan oleh penjaga, beliau disuruh untuk melepas sandal dan penutup kepalanya. Kemudian beliau masuk (bersama penerjemah) dan segera masuk ke patung budha yang dijaga oelh para pendeta.

Maka beliau sengaja membuat “ulah”, padahal ketika itu banyak orang. Beliau mengucapkan dengan lantang kepada patung, “Assalamu’alaykum! 3x”…orang-orang semua melihat, kemudian beliau menyuruh penerjemah untuk menerjemahkan perkataan beliau, “Kenapa patung ini tidak menjawab salam saya 3x ??”…

Maka si penerjemah berkata, “jangan, jangan, jangan syeikh! jangan! nanti saya bisa dibunuh mereka.”

maka beliau menimpali, “Justru Saya ingin kamu mati jihad dijalan Allah. Ayo terjemah, kalau tidak saya akan buat yang lebih parah dari ini.” akhirnya terpaksa diterjemah.. mereka para pendeta berkata bahwa dalam patung ini ada ruhnya yang tidak bisa kita ketahui apa perkataannya…

Maka Syeikh ternyata telah mempersiapkan semuanya, beliau membawa batu kecil, dan mengatakan batu besar itu sama dengan batu kecil ini tidak punya ruh (sambil dibuangnya batu kecil itu), jika patung itu punya ruh maka dia akan bisa berkedip, lidahnya bisa keluar, tapi patung ini tidak bisa apa-apa, dan diterjemah oleh penerjemah setelah itu penerjemah mengajak syeikh untuk pergi dari situ karena khawatir akan terjadi sesuatu.. kemudian beliau dan penerjemah keluar, beliau melihat para pendeta memperhatikan patungnya dan memegang wajahnya..mungkin mereka berfikir benar juga?!

Bersyukurlah kepada Allah akan nikmat hidayah, menjadikan kita beriman….

*kutipan kajian Al-Ustadz Firanda Andirja Lc. MA. di Lombok Timur, Masjid Sulaiman Fauzan Al-Fauzan, 9 Januari 2013.

Sumber: Facebook Abu Abdillah Huda

Dipublikasikan kembali oleh : www.KisahIslam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Comments
All comments.
Comments