Al-Hafizh Shalih Jazarah berkata, “Aku mendengar Hisyam bin Ammar berkata, ‘Aku menemui Malik bin Anas. Kepadanya kukatakan, ‘Berilah aku hadits.’
Malik berkata, ‘Bacalah!’
Aku bilang, ‘Tidak! Berilah aku hadits.’
Ia berkata, ‘Bacalah!’
Karena berulang kali aku memintanya bicara, ia berkata, ‘Wahai pemuda, kemarilah. Bawa orang ini dan pukullah ia sebanyak lima belas kali.’
Pemuda itu lalu membawaku pergi, kemudian memukulku sebanyak lima belas kali. Setelah itu, ia membawaku menghadap Malik bin Anas.
Pemuda itu melapor, ‘Aku sudah memukulnya.’
Aku (Hasyim bin Ammar) berkata, ‘Engkau telah menzalimiku. Engkau telah memukulku sebanyak lima belas kali tanpa dosa yang kuperbuat. Aku tidak rela.’
Malik bertanya, ‘Kalau begitu, apa kifaratnya?’
Aku berkata, ‘Sebagai kifarat, kuminta engkau menuturkan lima belas hadits kepadaku.’
Hisyam bin Ammar berkata,’Akhirnya, ia menuturkan lima belas hadits kepadaku.’
Kukatakan kepadanya, ‘Pukul lagi, dan teruslah menuturkan hadits kepadaku.’
Malik bin Anas tertawa. la bilang, ‘Pergilah!
(Ma’rifat al-Qurra’ Jilid, Hal.196)
Sumber: Buku “Kisah Orang-Orang Shaleh Dalam Mendidik Anak”, Pustaka al Kautsar.
Artikel: www.KisahIslam.net






