Sesungguhnya Allah Ta’ala menjaga seorang hamba yang beriman setelah kematiannya sebagaimana dia menjaganya dalam kehidupannya.
Setelah lebih dari tiga puluh tahun dari kematianThalhah, ornag-orang menggali kuburnya untuk dipindahkan ke lain tempat, ternyata jasadnya tidak berubah kecuali beberapa helai rambut di salah satu sisi jenggotnya.
Dari al-Mutsanna bin Sa’id, ia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada ‘Aisyah binti Thalhah, dia berkata, ‘Aku melihat Thalhah dalam mimpi. Dia berkata, ‘Katakan kepada ‘Aisyah, ‘Pindahkan aku dari tempat ini karena kelembaban atau airnya telah menggangguku.”
Dia berkata, “Maka ‘Aisyah berangkat dengan pakaiannya yang tertutup. Dia meminta orang-orang menggali kubur Thalhah. Mereka memasang tendan di atasnya dan menggalinya. Tidak ada yang berubah pada jasad Thalhah selain beberapa helai rambut di salah satu sisi jenggotnya. Atau dia berkata: di kepalanya, padahal Thalhah sudah wafat lebih dari tiga puluh tahun.”
al-Mas’udi rahimahullah menyebutkan bahwa yang bermimpi adalah ‘Aisyah binti Thalhah sendiri.” [1]
Semoga Allah Ta’ala meridhai Thalhah dan seluruh Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sumber: Buku “Sahabat-Sahabat Rasulullah”, Syaikh Mahmud al Mishri, Pustaka Ibnu Katsir, Hal.417-418
Artikel: www.kisahislam.net






