Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah meriwayatkan dari Urwah dan Mujahid, keduanya meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki dari Bani Makhzum mengadukan Abu Sufyan bin Harb radhiyallahu ‘anhu kepada Umar bin Khaththab dengan tuduhan bahwa Abu Sufyan telah mengambil batas tanahnya di tempat ini dan itu. Umar berkata, “Sesungguhnya akulah orang yang
Ketika Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu menengok hartanya di ‘Aliyah di sat hari yang sangat panas, dia melihat seorang laki-laki menggiring dua ekor unta muda, sedangkan panas terhampar di permukaan bumi seperti permadani, maka Utsman berkata, “Mengapa orang itu tidak tinggal saja di Madinah sampai panas ini berlalu kemudian dia
Dikisahkan, ‘Umar radhiyallahu ‘anhu mengusap hajar aswad dan berkata: “Sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau hanyalah batu, tidak akan mendatangkan manfaat dan tidak pula mudharat, sekiranya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” [HR.Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan selainnya] Nafi rahimahullah berkata,
Umar memiliki firasat dan pandangan jauh ke depan yang jarang didapati pada siapapun di dunia ini. Ia merupakn sebuah nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada Al Faruq radhiyallahu ‘anhu. Berikut ini adalah contoh yang menandingi matahari dalam kecermelangan dan cahayanya. Ia menjelaskan kepada kita sejauh mana ketajaman firasat dan pandangan
Dikisahkan, ada seorang tukang bekam bercerita kepada Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Umar adalah seorang yang disegani. Lalu Umar berdehem, maka tukang bekam itu kencing di kainnya. Akhirnya ‘Umar memerintahkan agar dia diberikan empat puluh dirham. [Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad III/287] Dikutip dari: Shahabat- Shahabat Rasulullah Jil.1 hal.223-224, Syaikh Mahmud
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau bercerita, Ada rombongan pedagang yang datang. Merekapun singgah di tempat shalat. Umar berpesan kepada Abdurrahman bin Auf, هل لك أن نحرسهم الليلة من السرق ”Malam ini kamu bisa jaga mereka agar tidak kecurian?” Malam itu, mereka berdua berjaga. Mereka shalat malam beberapa rakaat. Tiba-tiba
Diriwayatkan ada seseorang berkata kepada Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu, “Aku punya ibu yang sudah tua renta. Ibuku tidak buang hajat kecuali jika kuberikan padanya punggungku sebagai pijakannya. Apakah dengan begitu aku sudah memenuhi haknya?” Umar bin Khattab menjawab, “Tidak! Sebab, ibumu melakukan itu padamu karena berharap engkau selalu ada,
Inilah al-Faruq, Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu! Ketika memilih putri wanita penjual susu sebagai istri bagi anaknya, Ashim, dia tidak mempertimbangkan keturunan ataupun nasab sedikit pun, dan tidak pula harta maupun kedudukan. Melainkan pertimbangannya satu-satunya adalah apa yang diperlihatkan oleh gadis baik itu, berupa iman kepada Allah dan selalu merasa
Cuplikan Perkataan Umar Dan Keadaan Beliau Umar pernah berkata, “Tidak halal bagiku harta yang diberikan Allah kecuali dua pakaian. Satu untuk dikenakan di musim dingin dan satu lagi digunakan untuk musim panas. Adapun makanan untuk keluargaku sama saja dengan makanan orang-orang Quraisy pada umumnya, bukan standar yang paling kaya di