Dari Qasamah bin Zuhair berkata, Abu Musa Radhiyallahu ‘Anhu pernah berkhotbah lalu berpesan, “Wahai Manusia, menangislah. Jika kalian tidak bisa menangis berpura-puralah menangis karena penduduk neraka menangis dengan air mata hingga air mata mereka habis, kemudian mereka menangis dengan darah yang seandainya sampan-sampan diletakkan di atasnya pasti hanyut. (Shifatush Shafwah
Diriwayatkan dari Syaqiq Al-Bajaly rahimahullah, bahwa beliau bertanya kepada muridnya Hatim, “Engkau telah menemaniku dalam kurun waktu (yang lama). Lalu apakah yang engkau telah pelajari dari ku?” Hatim rahimahullah menjawab : (Saya telah mempelajari) delapan perkara : Pertama: Saya melihat kepada makhluk, ternyata setiap orang memiliki kecintaan. Namun jika ia
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Tidak diperkenankan bagi seorangpun menghadiri majelis-majelis kemungkaran atas dasar pilihannya sendiri bukan karena terpaksa, sebagaimana dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia duduk (di suatu majelis) yang dihidangkan padanya khamr (minuman keras).”* Dilaporkan kepada
‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Janganlah kalian terburu-buru dalam menyampaikan berita serta tergesa-gesa dalam menebarkan berbagai kekejian. Jangan pula menjadi orang yang tidak bisa menyimpan rahasia dan gemar menyebarkannya. Karena sungguh, di belakang kalian menanti malapetaka yang teramat dahsyat, kesempitan hidup, kekejian, azab yang pedih, siksaan berat yang
‘Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah berkata, “Telah beruntung orang yang dijaga dari hawa nafsu, kemarahan, dan ketamakan.” Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Kemarahan itu adalah kunci dari segala macam kejelekan.” Dikatakan kepada Ibnul Mubarak rahimahullah, “Himpunkanlah untuk kami akhlak-akhlak baik dalam satu kata!” Beliau rahimahullah mengatakan, “Menjauhi marah.” (Jami’ul ‘Ulum
Sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk tidak bergaul kecuali dengan orang yang bisa memberinya faedah (ilmu) atau dia (teman tersebut) bisa mengambil faedah (ilmu) darinya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Hendaknya engkau menjadi seorang alim atau orang yang belajar. Jangan menjadi jenis yang ketiga, maka engkau akan
Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, ‘Telah berdusta orang yang mengaku mencintai-Ku, namun ketika gelapnya malam menyelimutinya dia justru terlelap dari (beribadah) kepada-Ku. Bukankah setiap pecinta menyukai menyepi berdua dengan kekasihnya? Inilah Aku, mendatangi para pecinta-Ku dengan serta-merta mengawasinya. Sesungguhnya mereka pun telah berdiri
Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama mengatakan bahwa malu hakikatnya adalah akhlak yang mengantar seseorang untuk meninggalkan kejelekan dan menghalanginya mengurangi hak-hak orang lain.” Kami telah meriwayatkan dari al-Qasim al-Junaidi rahimahullah, ia berkata, “Malu adalah memerhatikan nikmat-nikmat (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dan menganggap dirinya kurang (mensyukuri nikmat-nikmat tersebut). Dari keduanya
Ibnul Qoyyim berkata, “Sebagian besar manusia atau bahkan seluruhnya -selain orang-orang yang dikehendaki Alloh- senantiasa menyangka yang tidak benar terhadap Alloh dan berburuk sangka; karena kebanyakan manusia berkeyakinan bahwa bagian mereka kurang dan nasib mereka tidak mujur dikarenakan mereka merasa berhak mendapatkan lebih dari apa yang mereka terima. Seakan-akan kondisinya
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya kalian berada pada suatu zaman (yakni zaman beliau hidup, -pen.) yang didapati banyak para ulamanya, sedikit ahli pidatonya, sedikit pula peminta-mintanya, dan berlimpahnya pemberian. Amal perbuatan pada zaman ini merupakan pembimbing bagi berbagai hawa nafsu. Sepeninggal kalian, akan datang suatu masa yang sedikit didapati
Ketuklah hati orang yang bergelimang dalam maksiat itu berulang kali. Siapa tahu suatu ketika Alloh membukakan hatinya melalui tangan Anda. Lihatlah Nabi Nuh ‘alayhissalam, 950 tahun ia tinggal bersama kaumnya seraya mendakwahi mereka tanpa kenal lelah dan putus asa. Setiap saat anda dapati seseorang sedang bermaksiat, maka bersegeralah menasehatinya dengan
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Berjabat tangan itu dapat menambah kecintaan.” Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata, “Telah sampai kepadaku bahwasanya apabila dua orang yang saling mencintai (karena Aklah Subhanahu wa Ta’ala) saling melihat, kemudian salah satunya tertawa kepada sahabatnya dan keduanya saling berjabat tangan, maka berguguranlah kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana gugurnya daun-daun dari