Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, ‘Telah berdusta orang yang mengaku mencintai-Ku, namun ketika gelapnya malam menyelimutinya dia justru terlelap dari (beribadah) kepada-Ku. Bukankah setiap pecinta menyukai menyepi berdua dengan kekasihnya?
Inilah Aku, mendatangi para pecinta-Ku dengan serta-merta mengawasinya. Sesungguhnya mereka pun telah berdiri di hadapan-Ku dengan menggambarkan-Ku berada di depan mata mereka.
Mereka berbicara kepada-Ku dalam keadaan (membayangkan) tengah menyaksikan-Ku dengan mata kepala mereka, mereka berbincang-bincang dengan-Ku dalam keadaan hadir menghadap.
Esok Aku akan menyejukkan mata-mata mereka itu di dalam surga-surga-Ku’.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2/374)
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 63/VI/1431 H/2010, rubrik: Permata Salaf.
Artikel: www.KisahIslam.net
Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam






