Beliau adalah Ummu Abdullah al-Qurasyiyah at-Tamiyah putri dari seorang laki-laki yang pertama masuk Islam setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, penghulu kaum muslimin yakni Abu Bakar ash-Shiddiq sedangkan ibunya bernama Qatilah binti Abdul Uzza al-Amiriyah. Asma` adalah ibu dari sahabat seorang pejuang yang bernama Abdullah bin Zubeir. Beliau adalah saudari
Beliau adalah Juwairiyah binti al-Harits bin Abi Dhirar bin al-Habib al-Khuza’iyah al-Mushthaliqiyyah. Beliau adalah secantik-cantik seorang wanita. Beliau termasuk wanita yang ditawan tatkala kaum muslimin mengalahkan Bani Mushthaliq pada saat perang Muraisi’ Hasil undian Juwairiyah adalah bagian untuk Tsabit bin Qais bin Syamas atau anak pamannya, tatkala itu Juwairiyah berumur
Perang Uhud tiba, ‘Abdullah bin Jahsy dan kawannya Sa’ad bin Abi Waqqosh dalam perang ini mempunyai cerita yang tidakterlupakan. Biarkan kesempatan ini kita berikan kepada Sa’ad, biar beliau sendiri yang menyampaikan ceritanya dan cerita kawannya. Sa’ad bin Abi Waqqosh berkata, “Di perang Uhud, aku bertemu dengan ‘Abdullah bin Jahsy, dia
Seorang Syaikh bercerita : Suatu hari, seorang pemuda mendatangiku. Aku memperhatikan wajahnya dan nampaklah sebuah wajah yang gelap. Aku bertanya tentang hajatnya, namun ia hanya diam saja. Aku ulangi pertanyaanku dan ia masih tidak mau berbicara. Aku memandang lebih dekat kepadanya, ternyata air mata menetes dari kedua matanya. Aku bertanya,
Syaikh Abu Bakar Jabir AI-Jaza-iri hafizhahullah bercerita: “Saya pernah memiliki seorang kakak perempuan bernama Sa’diyyah. Pada suatu hari, ketika kami masih sama-sama kecil, kami mengambil setandan kurma melalui tali yang sudah diikatkan pada tandan tersebut. Saudariku —Sa’diyyah— menarik tali tersebut, namun ia kerepotan, hingga akhirnya setandan kurma tersebut jatuh ke
Satu lagi kisah kedermawanan orang-orang sholeh yang dikutip oleh Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullaah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul Qoshidin, beliau menceritakan… “Qois bin Sa’ad bin ‘Ubadah sakit, saudara-saudaranya tidak kunjung menjenguknya, maka dia bertanya-tanya, seseorang menyampaikan kepadanya, “Mereka malu karena hutang mereka kepadamu.” Maka Qois berkata, “Allah menghinakan harta yang
Suatu hari sepasang suami istri pergi ke Kebun Binatang. Di sana, keduanya melihat seekor monyet sedang bermain dengan pasangannya. Seketika sang istri berkomentar, “Aduhai alangkah indahnya cinta mereka!” Kemudian kedua sejoli itu berlalu lalu berhenti di depan kandang harimau. Keduanya menyaksikan seekor harimau jantan duduk termangu, sedang pasangannya, harimau betina,
Kisah berikut ini mungkin hanya sebaris kalimat singkat, namun semoga bisa diambil manfaat, tentang suatu sifat dermawan, sebagaimana yang dicantumkan oleh Al-Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul qoshidin, قال عروة رايت عائشة رضي الله عنها تقسم سبعين الفا وهي ترقع درعها ‘Urwah berkata, “Aku melihat ‘Aisyah rodhiyallaahu ‘anhaa membagikan
Tatkala Bisyir al-Marrisi (seorang tokoh Mu’tazilah) meninggal dunia, tidak ada seorang alim pun yang ikut mengurusi jenazahnya kecuali Ubaid asy-Syuwainizi. Sepulangnya dari jenazah, orang-orang mencercanya karena kehadirannya, lalu dia berkata, “Tunggu dulu, akan saya beritakan ceritanya. Sungguh, tidak ada suatu amalan pun yang lebih saya harapkan pahalanya daripada saat aku
Dikisahkan bahwa az-Zamakhsyari rahimahullah kakinya buntung. Ketika ditanya tentang sebabnya, dia mengatakan, “Karena do’a ibuku, sebab dulu ketika masih kecil aku merawat burung lalu aku ikat kakinya dengan tali, ternyata dia lepas dariku dan aku pun mengejarnya hingga dia masuk ke sebuah lubang, aku pun menariknya hingga kakinya patah. Melihat
Suatu saat, ada seorang wanta lanjut usia menderita sakit. Lalu, cucunya mendatangkan dokter kerumah. Dokter melihat si nenek berdandan dan mengenakan pakaian yang berwarna warni. Dokter lalu bisa menebak sakitnya seraya mengatakan, “Nenek ini sakit karena ingin nikah.” Cucunya terheran-heran seraya berkata, “Hah, masak sih nenek saya sudah tua begini
Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi Sebagai kelanjutan dari majalah Qiblati dalam menjelaskan kebenaran, maka yang akan menjadi tamu kita dalam kisah bulan ini adalah Syaikh ‘Abdul Ahad Dawud yang dulunya bernama Benjamin Kaldani, seorang Profesor Telogi, dan seorang Imam Katholik bagi sekelompok orang Kaldan, yang menguasai beberapa bahasa. Akan tetapi