Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Kebaikan tidak akan lenyap, dan dosa tidak akan mati, beramallah sesukamu, karena engkau akan dibalas berdasarkan perbuatanmu.” [Hadits Hasan : dihasankan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah] Para ulama menceritakan: “Ada seorang laki-laki yang mempunyai ayah yang sudah tua renta, dia merasa bosan melayani dan melaksanakan
Wahab bin Munabbih Radhiyallahu Anhu bercerita: “Ada seorang raja kejam yang sedang membangun istana megah, kemudian ada seorang wanita tua miskin yang juga membangun sebuah gubug di samping istana tersebut. Suatu hari sang raja menaiki kudanya, lalu berputar mengelilingi istananya, tatkala dia melihat ada sebuah gubug di samping istananya dia
Nafas panjang kudesahkan berusaha berkali kali kuyakinkan diri, cukupkah istighfar dan taubatku menghapus segala dosa masa laluku? Aku telah menyesali semuanya. Menyesali kebodohanku,dengan mengikuti langkah-langkah setan. Terjebak pada hal-hal yang tak seharusnya. Aku menganggap semua sikap burukku itu suatu yang biasa. Tak menganggap semua itu dosa. Betapa malangnya aku! Dulu
Pengantar Merusak tidak disukai oleh Allah, bahkan merusak pohon-pohon dan hewan-hewan juga tidak boleh. Oleh karena itu, Allah melarang berbuat kerusakan di muka bumi. Di antara pengrusakan itu adalah pengrusakan terhadap tanaman dan binatang. Pada hari kiamat seorang hamba akan ditanya tentang burung kecil yang dibunuhnya tanpa alasan yang benar.
Ini adalah kisah nyata. Ada seorang hamba shalih yang diuji oleh Allah dengan anaknya, setiap kali anaknya lahir dan berkembang sebentar sebagai bayi yang mungil, lucu dan menyenangkan, selalu ajal menjemputnya dan merenggut nyawanya dari pangkuannya. Maka iapun sedih sangat dalam, hatinya hancur dan tersayat-sayat tajam. Namun karena ia adalah
Saya mengerti jika anda menganggap judul kisah ini cukup mengherankan, tetapi kejadian yang diceritakan sesungguhnya lebih mengherankan lagi. Kisah ini tentang perasaan yang telah mati dan qalbu yang tidak sedikit pun mengingat hal-hal ghaib yang patut diimani. Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang lalu di Mesir, tepatnya
Seorang Syeikh hafizhullah pernah bercerita:Seseorang memperlihatkan sebuah foto kepadaku. Ketika aku melihat foto itu, ternyata itu adalah foto seorang wanita yang penuh dandanan, putih dan cantik. Berpakaian tapi telanjang. Maka aku menghardik orang itu dan mengatakan: “Takutlah kepada Allah!! Mengapa engkau perlihatkan gambar ini kepadaku?! Apakah engkau tidak takut kepada
Suatu hari, ada dua orang lelaki dibawa menghadap ke depan Nisawi. Keduanya tertuduh sebagai pencuri. Keduanya diperintahkan berdiri di hadapan beliau. ‘Ambilkan secangkir air,’ perintah beliau, kemudian mengambil cangkir berisi minuman tersebut dan meminumnya. Tiba-tiba beliau mencampakkan cangkir itu dengan sengaja, sehingga terjatuh dan pecah. Salah seorang lelaki tersebut terkejut
Menangis dan Meratap di Depan Ka’bah Tutur Laila Al-Halwa, “Kami pun tiba di Masjidil Haram. Ketika masuk dan melihat Ka’bah, aku menangis tersedu-sedu karena mengingat banyaknya dosa yang telah kulakukan. Aku teringat begitu banyak kewajiban yang telah kutinggalkan sehingga aku mengatakan, ‘Ya Rabbi, aku telah berusaha semaksimal mungkin dengan berobat
Siapa yang tidak kenal dengan Laila al-Halwa dan kisahnya?! Seorang wanita muslim dari Maroko yang terkena panyakit ganas dan mematikan, yaitu kanker. Kanker adalah kata yang terdengar menakutkan, menyebabkan putus asa dan berujung kepada kematian. Kepada semua yang terkena penyakit ganas ini, kepada semua yang putus asa dari harapan sembuh
Dikisahkan bahwa ada sebagian ulama terkemuka di Iraq yang merasa dengki dan iri hati terhadap Imam asy-Syafi’i dan berupaya untuk menjatuhkannya. Hal ini dikarenakan keunggulan Imam asy-Syafi’i atas mereka di dalam ilmu dan hikmah, di samping karena beliau mendapatkan tempat yang khusus di hati para penuntut ilmu sehingga mereka begitu
BERIKUT KISAH SEORANG KARYAWAN YANG MEMUTUSKAN KELUAR DARI TEMPAT KERJANYA KARENA TIDAK TAHAN LAGI DENGAN BERBAGAI PENYIMPANGAN SYARIAH YANG DILAKUKAN BANK SYARIAH TEMPAT KERJANYA. oleh Amir Siahaan Tekadku sudah bulat: keluar dari bank syariah tempatku bekerja, dan kini aku di ruangan atasanku untuk menyerahkan surat pengunduranku. Aku tidak peduli lagi