3.Ibadahnya Dari Harmalah bin Said bin Al-Musayyib, dia berkata bahwa Said pernah mengatakan, “Aku tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah selama 40 tahun.” Dari Utsman bin Hukaim, dia berkata, “Aku pernah mendengar Said bin Al-Musayyib berkata, “Selama 30 tahun, setiap kali para Muadzin mengumandangkan adzan, pasti aku sudah berada di dalam
1. Nama, Panggilan, Kelahiran dan Sifatnya Namanya: Said bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahb Ibnu Amr bin A’id bin Imran bin Makhzum Al-Qurasy Al-Makhzumi Al-Madani. Dia adalah pembesar para tabi’in. Kunyah atau Panggilannya: Abu Muhammad. Ibnu Sa’ad pernah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ali bin Zaid dari Said bin Al-Musayyib
Tokoh kita kali ini adalah salah seorang yang berpengetahuan luas dan yang biografinya pantas kami ketengahkan. Memang dia tidak begitu terkenal di kalangan khalayak umum, akan tetapi karena kepakaran ilmunya, dia bisa dikenal di kalangan intelektual dan para cendikia. Dialah pembesar para tabi’in Said bin Al-Musayyib. Dia sezaman dengan para
Imam Ibnul Qayim Rahimahullah menceritakan dari Al-Qairuwani di dalam kitab Al-Bustan, ada seorang dari kaum salaf yang mengisahkan: “Aku memiliki tetangga yang suka mencela Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu Anhuma. Suatu kali dia semakin menjadi-jadi dalam mencela mereka, lantas aku memukulnya dan ia juga memukulku. Kemudian aku pulang ke rumah
Dari Yusuf bin Sulaiman dari kakeknya dari ’Amru bin Hamq, bahwa ia pernah memberi minum susu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka beliau berdoa: ”Ya Allah, berikanlah kenikmatan awet muda kepadanya.” Maka sampai berusia delapan puluh tahun tidak terlihat pada dirinya satu helai uban pun.[ Silahkan lihat, Mushonnaf Ibni
Dari Abdurrahman bin al-Ghosil, telah bercerita kepada kami ‘Ashim bin ‘Amru bin Qotadah, dari ayahnya dari kakeknya, “Bahwa pada masa perang Badar, matanya terluka, sehingga biji matanya jatuh kepipi. Orang-orang pun bermaksud hendak memotongnya. Mereka berkata, ‘Kita datang kepada Nabi dulu untuk meminta pendapat beliau.’ Lantas ia datang kepada Nabi
Nikah mut’ah adalah pernikahan tanpa batas dengan menerabas aturan-aturan syariat yang suci, mut’ah ini telah melahirkan banyak kisah pilu. Tidak jarang pernikahan ini menghimpun antara anak dan ibunya, antara seorang wanita dengan saudaranya, dan antara seorang wanita dengan bibinya, sementara dia tidak menyadarinya. Di antaranya adalah apa yang dikisahkan Sayyid
Waqidi bercerita, ”Mu’awiyyah mengirim ’Uqbah bin Nafi’ bersama 10.000 pasukan, menaklukan Afrika dan mengalahkan musuhnya. Lokasinya saat itu masih hutan, tidak disukai lantaran banyak binatang buas dan ular. Ia pun berdoa, sehingga tidak ada lagi binatang buas dan ular yang tersisa di sana. Bahkan, binatang-binatang buas itu pergi sambil menggendong
Pada suatu malam, Muhammad bin Al-Munkadir rahimahullah melaksanakan shalat malam, kemudian beliau terus menerus menangis hingga membuat keluarganya merasa khawatir terhadap nya. Mereka pun bertanya kepadanya. “Apa yang menyebabkan mu menangis?” Namun beliau terdiam dan terus menerus menangis. Kemudian keluarganya mengirim utusan kepada Abu Hazim untuk memberi tahu keadaan nya.
Syaikh Muhammad Hassaan -Hafidzahullah- seorang dai dan ulama terkenal dari Mesir bercerita pada salah satu ceramahnya. Beliau bercerita tentang kisah seorang pemuda dari Maroko yang tinggal di Amerika. Hidup di Amerika seorang pemuda miskin dari Maroko, umurnya sekitar 23 atau 24 tahun. Pada salah satu kunjungan Syaikh ke Amerika, Syaikh
Dari Hammad bin Zaid, ia berkata : ’Ali bin Zaid becerita kepada kami, ia berkata : Sa’id bin Musayyib (tabi’in) berkata kepadaku, ”Suruhkah kusirmu berdiri melihat wajah dan jasad laki-laki ini!” Kusir itu pun bangkit, kemudian datang lagi, ”Aku tadi melihat wajah dan jasad orang Zanji ini putih.” Sa’id berkata,
Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada masa perang Badar berangkat bersama 300 lebih pasukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya Allah, sungguh mereka itu tidak beralas kaki, maka berilah mereka tunggangan! Ya Allah, sungguh mereka itu tidak berpakaian, maka berilah