Inilah peperangan kaum muslimin yang pertama melawan bangsa adidaya dimasa itu, bangsa Romawi. Terjadi pada tahun 8 H. Sebagian ahli sejarah mengungkapkan bahwa factor pemicu laga antara kaum muslimin dan kaum kuffar ini telah terjadinya pembunuhan atas utusan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam yang bernama al-Harits bin ‘Umair radhiyallahu ‘anhu oleh
Konon kabarnya ada seorang raja yang memiliki empat orang istri. Istri keempat adalah istri yang paling disayangi dan dicintainya. Dia sangat tergila-gila kepadanya, apapun dilakukannya untuk membahagiakan istri keempat ini. Istri ketiga juga disayanginya luar biasa, tetapi sang raja merasa dia tidak begitu setia, mungkin suatu saat dia akan berpaling
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu : “Bahwa pada suatu hari, beliau melewati suatu tempat pada arah Kufah, tiba – tiba beliau mendapati sekumpulan orang – orang fasik yang sedang meminum khamr. Diantara mereka, ada seorang penyanyi yang bernama Radzan yang bernyanyi sambil memainkan alat musik, dan memiliki suara yang indah.
Mengira rumah sedang kosong, seorang pencuri masuk ke dalam. Ternyata di dalam kamar ada lelaki pemilik rumah itu, dengan budak wanitanya. “Siapa namamu?” ujar pencuri sambil mengancam si budak wanita. “E..e..Khadijah.” ujarnya. “Ini hari keberuntungannyamu.” katanya. “Saya tidak bisa membunuh orang yang bernama Khadijah, kaena itu adalah nama ibuku tersayang.
Seorang pemuda menelpon saat siaran live: Pemuda: “Wahai Syeikh, saya sudah bertaubat alhamdulillah. Tapi saya belum bisa melupakan pacar saya.” Syeikh: “Berdoalah dengan suatu doa kepada Allah Agar Anda bisa melupakannya.” Pemuda: “Kalau begitu ajarilah saya sebuah doa wahai Syeikh Syeikh : bacalah doa (ya Allah, jadikanlah IMAN di hatiku,
Syaikh DR.Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani bercerita : “Kisah unik lain yang saya dengar juga adalah para tahanan di salah satu penjara tidak ada yang memiliki mushaf al-Quran. Oleh karena itu, masing masing dari mereka (para narapidana) mendiktekan hafalan al-Quran yang dia miliki kepada narapidana lain nya, sehingga semua narapidana dapat
Suatu hari, ada seorang pemuda memanah seekor anak burung. “Bagus,” ucap seorang lelaki menanggapi hasil panahannya. “Heh, kamu menghina ya? Panahanku khan tidak kena?” ujar pemuda itu marah, “Bukan. Maksudku bagus, engkau telah berbuat baik kepada anak burung itu,’ ujar si lelaki santai. al Adzkiyaa hal.118, Ibnul Jauzi, Buku Humor
Ada seorang lelaki yang tinggal di sebuah rumah kontrakan. Kebetulan, kayu atap rumah itu berderak-derak karena nyaris rusak berat. Saat pemilik rumah datang, lelaki itu berkata, “Tolong perbaiki atap rumahmu ini, aku mendengarnya selalu berderak-derak.” “Biarkan saja, ia sedang bertasbih,” ujar si pemilik rumah enteng. “Ya, aku tahu. Tapi aku
A: “Sedang apa kau?” B: “Aku sedang mengukur tinggi dari tangga ini.” A: ” Bukankah lebih mudah kalau tangga itu kau letakkan di lantai lalu kau ukur dengan meteran?” B: “Hei bodoh, aku kan mau mengukur tingginya, bukan panjangnya.” A: ?!! Sumber: Humor Salafi, Ustadz Abu Umar Basyier Artikel: www.kisahislam.net
Ada seorang lelaki buta yang menikah dengan seorang wanita. Si wanita berkata, ‘Kalau engkau dapat melihat kecantikanku, niscaya engkau akan terpukau.’ ‘Kalau memang seperti apa yang engkau katakan, tentu orang-orang yang tidak buta sepertiku, tidak akan mungkin tertarik untuk menikahimu.’ ujar si buta ketus. [al Adzkiyaa hal.117, Ibnul Jauzi] Sumber:
Seorang pemuda muslim masuk ke sebuah masjid untuk shalat. Tiba-tiba datang anak-anak nakal mencuri sendalnya dan menaruhnya di gerea, tidak jauh dari masjid tersebut. Usai shalat, si pemuda mencari-cari sandalnya dan mendapatkannya di pintu gerea. “Sial, aku sudah masuk islam, malah engkau pula yang masu Kristen,” ujar lelaki itu kepada
Nashr bin Yasaarpernah bertanya kepada seorang pria badui, “Engkau pernah kekenyangan?” “Kalau karena menyantap makanan darimu atau dari ayahmu, tidak pernah,” jawab si badui ketus. Konon, karena jawaban itu, Nashr sempat demam selama beberapa hari. [al Adzkiyaa hal.103, Ibnul Jauzi] Sumber: Humor Salafi, Ustadz Abu Umar Basyier Artikel: www.kisahislam.net Facebook